Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
STITMA Tuban Berubah Bentuk Menjadi IAINU

Kado Terindah Harlah ke-94 NU

14 Februari 2020, 11: 35: 34 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SENAM BARENG: Kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru STITMA Tuban.

SENAM BARENG: Kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru STITMA Tuban. (Istimewa)

Share this      

Kado terindah diterima Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban pada Harlah ke-94 Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini. Kado tersebut adalah perubahan bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) Tuban menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU).

PADA sambutan peringatan Harlah XXX Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makdum Ibrahim (STITMA) 3 Juli 2018, Ketua STITMA Tuban Akhmad Zaini S.Ag. M.Si melam­bungkan mimpinya membawa kampusnya menuju institut. Dia optimistis bisa. Keyakinannya tersebut tersirat dari gelora  semangatnya.
Zaini mengatakan, STITMA adalah perguruan tinggi besar. Mahasiswanya saja lebih dari 1.500. ‘’Dengan kebersamaan semua elemen, kita pasti bisa!’’ tegas dia berapi-api yang mendapat aplus dari seluruh undangan ketika itu.
Belum genap dua tahun, mimpi Zaini itu jadi kenyataan. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : 1192 Tahun 2019, STITMA disahkan menjadi IAINU.
Institut adalah capaian tertinggi setelah perguruan tinggi tersebut selama 30 tahun berkiprah. Dengan status tersebut, IAINU Tuban merupakan satu-satunya perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tuban.
Dulunya, perguruan tinggi tersebut merupakan bagian dari UNSURI Surabaya yang berada di Tuban. Sejak 11 Maret 1989, sesuai SK Nomor : 58 Tahun 1989 yang ditandatangani H. Munawir Sjadzali (Menteri Agama RI) UNSURI berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) Tuban.
Jauh sebelum berubah bentuk menjadi institut, Zaini sudah menyiapkan kampus di Jalan Manunggal tersebut untuk menyongsong status barunya tersebut. Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) pun sudah rekomendasi. Mulai menambah tenaga dosen hingga sarana-prasarana. Di antaranya, membangun perpustakaan dan aula yang representatif. Begitu juga dengan fasilitas penunjang lainnya.
Hal baru lain yang ditradisikan di kampus dengan moto entrepreneur sosial relegius tersebut adalah mengawali dan mengakhiri setiap perkuliahan dengan bersama-sama membaca Salawat  Nuril Anwar.  
Mulai tahun akademik 2020-2021, perguruan tinggi tersebut membuka tiga fakultas baru dengan SK Peresmian IAINU dan SK prodi baru. Yakni, fakultas ekonomi bisnis Islam (FEBI). Prodinya ekonomi syariah dan  perbankan syariah. Kemudian, fakultas syariah, prodinya ahwal as syahsiyah atau hukum keluarga. Dan, fakultas dakwah dengan prodi manajemen dakwah.
Praktis, dengan penambahan tiga  fakultas tersebut, ke depan IAINU Tuban bakal memiliki empat fakultas. Sebelumnya berdiri, yakni fakultas tarbiyah dengan prodi pendidikan agama Islam (PAI), pendidikan guru madrasah ibtidaiyah (PGMI), dan pendidikan Islam anak usia dini (PIAUD).  
Zaini juga menyiapkan pondasi yang kuat bagi karakter mahasiswanya sebelum beralih status. Salah satunya melakukan pembenahan kembali terhadap Ponpes Darul Maarif. Ponpes yang berdiri pada 2000 tersebut sekarang ini diintegrasikan sebagai fasilitas kampus sebagaimana tujuan awal. Harapannya, lulusan kampus ini memiliki mental dan karakter Islam yg kuat, khususnya Islam ahlussunnah wal jamaah annahdliyah.
Sejumlah program terkait terintegrasinya kampus dengan Ponpes Darul Maarif juga disiapkan. Nantinya santri ponpes yang diasuh Kiai Imam Mukafi tersebut akan diberikan beasiswa bagi yang kuliah di STITMA. Khususnya, mahasiswa Bidik Misi. Kalau perlu, nantinya pada tahun pertama mahasiswa harus mondok.
Zaini mengatakan, sekarang ini trennya kampus memiliki ponpes untuk mengem­bangkan karakter mahasiswanya. Ini yang membedakan STITMA dengan perguruan tinggi lain. Untuk menampung banyak santri, sekarang ini Ponpes Darul Maarif direnovasi menjadi dua lantai. Targetnya, mampu menampung 200 santri.

(Istimewa)

(bj/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia