Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Traffic Light Baru Picu Macet

13 Februari 2020, 08: 38: 34 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PADAT MERAYAP: Kondisi lalu lintas di Simpang Lima Al Falah yang memicu kemacetan saat jam sibuk.

PADAT MERAYAP: Kondisi lalu lintas di Simpang Lima Al Falah yang memicu kemacetan saat jam sibuk. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Se­bulan setelah dipasang, traffic light di Simpang Lima Al Falah menimbulkan masalah baru. Lokasi tersebut menjadi titik kemacetan saat jam sibuk. Per­sisnya ketika lampu bero­perasi pada pagi dan siang hari.
Saat pagi, kemacetan dise­babkan keberangkatan pelajar dan para pekerja. Siang, kema­cetan dipicu dari bertambahnya volume kendaraan besar ber­samaan dengan siswa dan pe­kerja pulang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban Muji Slamet mengakui lampu lalu lintas tersebut menyebabkan kema­cetan. Dia memastikan kema­cetan bersifat sementara karena traffic light tersebut masih dalam tahap uji coba dan belum diope­rasikan 24 jam penuh. ‘’Penam­bahan traffic light itu tujuan utamanya untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas, apalagi saat jam padat,’’ kata dia.
Forum Lalu Lintas pun, lanjut dia, menyepakati penambahan rambu baru tersebut. Hanya saja, status traffic light baru ter­sebut masih dalam tahap pantauan, sehingga durasi lampu lalu lintas akan terus dievaluasi tiap pekannya. ‘’Durasi akan terus kami pantau dan evaluasi sambil melihat kondisi lalu lintas,’’ ujar dia.
Muji menjelaskan, traffic light tersebut beroperasi pukul 06.00 - 08.00 dan siang 12.00 - 15.00.
Di luar jam tersebut, hanya ber­laku flashing atau lampu peringatan.
Terkait jalan simpang Al Falah 1 yang diberlakukan belok kiri langsung untuk roda dua, Muji menegaskan kendaraan yang berhenti saat lampu merah wajib berhenti di dalam garis marka. ‘’Dilarang menyerobot dan melanggar marka demi ke­se­lamatan berkendara,’’ imbau dia.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia