Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Haeny Relawati Mantapkan Pengamalan Pancasila

10 Februari 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

WAKIL RAKYAT: Anggota DPR/MPR RI Dra. Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti, M.Si saat menggelar sosialisasi empat pilar di Yayasan Pendidikan Dwi Sakti Desa Kablukan, Kecamatan Bangilan.

WAKIL RAKYAT: Anggota DPR/MPR RI Dra. Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti, M.Si saat menggelar sosialisasi empat pilar di Yayasan Pendidikan Dwi Sakti Desa Kablukan, Kecamatan Bangilan. (M. ARIF NAFIK/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Dra. Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti, M.Si, anggota MPR RI Sabtu (8/2) menggelar sosialisasi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di Yayasan Pendidikan Dwi Sakti Desa Kablukan, Kecamatan Bangilan.
Dalam sosialisasi tersebut, hadir Aditya Halindra F., anggota DPRD Provinsi Jatim dan sejumlah anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Tuban. Ikut hadir sekitar 300 tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh wanita.
Haeny mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan kewajibannya sebagai anggota MPR RI dan unsur keanggotaan DPR RI untuk memantapkan nilai Pancasila melalui pendekatan di seluruh wilayah daerah pemilihannya di Bojonegoro dan Tuban.
Sosialisasi tersebut, kata dia, merupakan kedua atau pertama masa sidang tahun 2020. Targetnya difokuskan ibu-ibu. ‘’Melalui sosialisasi ini diharapkan bisa mem­berikan keteladanan dalam menyiapkan generasi dalam keluarga yang Pancasilais,’’ kata bu­pati Tuban periode 2001—2011 itu. 
Keteladanan dimaksud, terang Haeny, menga­malkan seluruh sila dalam Pancasila melalui pendekatan empiris sosok ibu.
Dalam sosialisasi tersebut, dia mengakui bapak-bapak pun diundang. Diharapkan, bapak ikut berperan membangun keluarga yang merupakan elemen terkecil dari sebuah negara. ‘’Pilar membangun sebuah negara kesatuan yang berdaulat dan berkeadilan,’’ ujar mantan ketua DPD Partai Golkar Tuban itu.
Haeny juga berharap pengamalan Pancasila dimulai dari hal-hal kecil. Tidak bersifat kontekstual atau hafalan, tapi diaplikasi melalui perbuatan. Mulai bangun tidur sampai tidur kembali. Yakni, memberlakukan elemen dalam keluarga mulai anak hingga pasangan hidup.

(bj/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia