Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Desak Revisi Penghapusan Pupuk Bersubsidi

Pupuk Langka, Ribuan Petambak Demo

07 Februari 2020, 12: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BUTUH PUPUK: Para petambak yang Kamis (6/2) turun jalan menuntut Permentan direvisi.

BUTUH PUPUK: Para petambak yang Kamis (6/2) turun jalan menuntut Permentan direvisi. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Seribu lebih petambak di Lamongan turun jalan Kamis (6/2). Mereka melakukan aksi demo penolakan terhadap Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2020.

Peraturan tentang penghapusan pupuk bersubsidi itu dinilai cukup berdampak bagi petambak di delapan kecamatan di Kabupaten Lamongan.  ‘’Di bawah kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, petambak saat ini dianggap anak tiri. Tidak boleh menggunakan pupuk bersubsidi,’’ tutur petambak dari Kecamatan Turi M Yusuf Fadli kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (6/2).

Para petambak itu memulai aksinya dari Sport Center Lamongan (SCL). Mereka menuju gedung DPRD setempat dengan membawa sejumlah poster. Di antaranya bertuliskan Pak Jokowi Perhatikan Nasib Kami; Pupuk Langka, Petani Tambah Menderita; Pupuk Bersubsidi Untuk Siapa?.

Para pendemo meminta seluruh anggota DPRD ikut berjalan menemui Bupati Lamongan Fadeli. Namun, hanya Ketua DPRD Abdul Ghofur yang menemui pendemo. Sehingga, massa tidak puas.

Mereka kemudian melanjutkan agendanya, bergerak ke gedung pemkab setempat.

‘’Kita datang ke sini untuk menuntut Pemkab Lamongan untuk memerjuangkan petani tambak yang realitasnya sangat membutuhkan adanya pupuk,’’ kata Yusuf.

Sempat terjadi kericuhan di depan gedung berlantai tujuh lantai tersebut. Sebab, pendemo tak sabar menanti respons dari bupati. Namun, perwakilan koordinator pendemo akhirnya ditemui Bupati Fadeli yang didampingi sejumlah OPD terkait.

‘’Kita meminta Bupati agar mengawal pencabutan peraturan ini,’’ pintanya.

Bupati Fadeli mengaku memahami kebutuhan petambak. Sebelumnya, pemkab sudah melakukan upaya agar pemerintah pusat bersedia merevisi Permentan Nomor 1 Tahun 2020.

‘’Sudah kami upayakan dan mengutus perwakilan ke kementerian di Jakarta. Sementara masih diproses,’’ kata Fadeli.

Dia juga sudah mengirimkan surat kepada Presiden RI Joko Widodo agar petambak dan petani mendapatkan pupuk bersubsidi seperti tahun lalu. Sehingga, ke depan pemerintah pusat merevisi dan memberikan jatah khusus kepada petambak.

‘’Semoga upaya dari teman-teman petambak ini memberikan dorongan semangat bagi kami. Semuanya menunjukkan memang butuh solusi untuk mengembalikan subsidi pupuk. Saya akan mengawal,’’ ujar Fadeli.

(bj/ind/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia