Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Semburan Lumpur Terdapat Kandungan Minyak

06 Februari 2020, 14: 19: 56 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SEMBURAN: Lokasi semburan di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman. Hasil kajian, semburan terdapat kandungan minyak.

SEMBURAN: Lokasi semburan di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman. Hasil kajian, semburan terdapat kandungan minyak. (Nurkhozim/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Semburan lumpur di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, mulai berkurang. Upaya penutupan semburan masih dikaji. Namun, hasil kajian sementara, semburan tersebut terdapat kandungan minyak.

Kabid Bina Kemitraan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) David Yudha mengungkapkan, semburan itu tidak hanya berisi air dan lumpur. Namun, juga mengandung minyak. Namun, persentasenya kecil. Itu diketahui setelah DLH juga mengajak tim dari ExxonMobil Cepu Limited ke lokasi. 

‘’Tim dari Exxon tadi yang menyatakan ada kandungan minyaknya,’’ ujar pria sebelumnya menjabat kabid di dinas PU bina marga itu.

Semburan lumpur itu bukanlah kali pertama. Sebelumnya, juga pernah terjadi. Namun, sudah cukup lama. Terakhir semburan terjadi Minggu (2/2) lalu. ‘’Saat ini semburan sudah mulai berkurang,’’ terangnya.

Hingga kini belum dipastikan apa penyebab semburan itu. Diperkirakan semburan karena adanya tekanan air berlebih. Sehingga, mengalami semburan air. ‘’Itu perkiraan sementara. Kita masih harus melakukan kajian lagi,’’ tuturnya.

David menjelaskan, upaya penutupan membutuhkan kajian terlebih dulu. Sebab, penutupan semburan itu tidak bisa dilakukan dengan langsung. Yakni, menutup sumber semburan itu. ‘’Ini yang masih kami kaji dulu,’’ jelasnya.

Camat Kasiman Agus Purwanto mengatakan, semburan itu sudah biasa terjadi. Jauh sebelumnya warga Desa Batokan juga sudah mengetahuinya. Namun, tidak begitu heboh.  ‘’Saya sudah tanyakan ke kepala desa. Katanya itu biasa,’’ jelasnya.

Menurut Agus, kawasan itu jauh sebelumnya memang digunakan sebagai kawasan tambang minyak. Namun, karena sudah tidak lagi produktif, tentu tidak ada lagi aktivitas tambang di lokasi. 

‘’Kita belum tahu bagaimana penyebabnya. Kita baru melaporkan kejadian itu ke pimpinan,’’ terang mantan Camat Kapas itu.

(bj/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia