Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Features
Cerita Salah Satu Peternak Iguana di Lamongan

Manfaatkan Serabut Kelapa untuk Media Penetasan

05 Februari 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

HEWAN PELIHARAAN: Imam Khawarom dan iguana yang diternaknya.

HEWAN PELIHARAAN: Imam Khawarom dan iguana yang diternaknya. (GAMAL A/RDR.LMG)

Share this      

Perawatan iguana tidak terlalu sulit bagi yang terbiasa. Kangkung bisa dijadikan bahan makanan hewan tersebut setiap hari.

M. Gamal Ayatullah, Radar Lamongan, Lamongan

SEBUAH kandang besi di depan rumah di kawasan Kota Lamongan. Seorang remaja telah membersihkan kandang tersebut. Kandang tersebut berisi hewan kecil – kecil menyerupai blungkon. Warnanya hijau, biru, kuning, dan abu – abu. Saat kangkung diletakkan di kandang itu, hewan - hewan tersebut berebut untuk memakannya.

‘’Ini bukan hewan blungkon yang berkeliaran di pohon – pohon itu Mas. Ini adalah iguana,’’ tutur remaja yang bernama lengkap Imam Khawarom itu.

Di dalam rumahnya, ada beberapa indukan iguana. Bahkan, salah satu di antaranya dilepaskan begitu saja. Iguana yang bebas itu memilih di atas kursi tamu.

‘’Ini umurnya sudah setahun Mas. Ini jenisnya green iguana dan semua tergolong jinak,’’ tuturnya sambil memindahkan hewan tersebut.

Karena jinak, hewan – hewan tersebut hanya agresif saat musim kawin. Imam sebenarnya juga memiliki iguana pemakan daging. ‘’Yang pemakan daging ini, sekarang sudah saya biasakan dengan kangkung agar tidak terlalu agresif serta tidak memakan iguana yang lebih kecil darinya,’’ jelasnya.

Versi Imam, ternak iguana miliknya berasal dari Kolombia, Amerika Latin, Karibia, Meksiko, dan lokal Indonesia. Iguana dari Meksiko yang termasuk  pemakan segalanya dan saat ini dibiasakan makan kangkung.

Imam merasa budidaya iguana cukup mudah dan saat dijual harganya mahal. Kuncinya hanya hati – hati saat masa birahi, April sampai Agustus. Untuk masa penetasan atau inkubasinya, 2 - 2,5 bulan. Medianya serabut kelapa. Hanya butuh tempat tertutup untuk penetasan tersebut.

‘’Kalau saya punya green iguana, red iguana, blue iguana, red albino iguana, similis iguana, banana iguana dan rhinoceros iguana,’’ jumlahnya.

Untuk jumlahnya, kini belum menghitung semua karena di Surabaya juga ternak seperti ini jadi tak mengetahui detail jumlahnya. Untuk harganya, mulau ratusan rubu hingga ratusan juta untuk satu ekor hewan iguna yang laku. 

‘’Saat ini paling mahal dari Meksiko. Berumur 2 bulan dipatok harga kurang lebih Rp 4 juta, tergantung besar dan warnanya,’’ ujarnya.

Menurut dia, semakin besar, harga iguana semakin mahal. Apalagi, ada tanduknya. Harganya bisa ratusan juta rupiah. Imam mengaku pernah  menukar seekor iguana dengan mobil Vios tahun 2018.

Bibit unggulan iguana adanya di luar negeri atau dari daerah asalnya. Sebelum membeli bibit, peternak harus mengetahui detail kondisi tubuh hewan tersebut. Jangan sampai di perjalanan iguana mengalami gangguan sakit atau lainnya. Apalagi, waktu pengiriman cukup lama.

‘’Kalau di Kolombia indukan hanya dipatok harga Rp 500 ribu karena disana hewan ini menjadikan hama bagi petani. Namun yang mahal, mendapatkan cip dari dokter hewan,BKSDM,’’ ujarnya.

(bj/mal/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia