Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa
Dua Minggu, Polres Lamongan Bekuk 9 Tersangka

Lima Orang Ini Rantai Penjualan Sabu – Sabu

05 Februari 2020, 10: 05: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIAMANKAN DUA MINGGU TERAKHIR: Pengedar dan pengguna sabu – sabu diamankan Satreskoba Polres Lamongan.

DIAMANKAN DUA MINGGU TERAKHIR: Pengedar dan pengguna sabu – sabu diamankan Satreskoba Polres Lamongan. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)

Share this      

LAMONGAN,  Radar Lamongan - Sembilan tersangka pengedar dan pengguna sabu – sabu diamankan Satreskoba Polres Lamongan selama dua minggu.

Kapolres Lamongan AKBP Harun menjelaskan, kali pertama, Agus Prasetyo, 27, dan Ulumi, 26, keduanya beralamatkan Desa Kranji, Kecamatan Paciran yang diamankan. Barang buktinya, sabu – sabu 0,19 gram. Keduanya mendapatkan sabu – sabu dari Toni Setio Purnomo, 31, asal Desa Kemantren, Kecamatan Paciran. Dari tersangka ini, polisi mendapatkan sabu 0,16 gram.

Kasus dikembangkan lagi, muncul nama M Laek Al Thof, 30, warga Desa Kemantren. Barang bukti yang ditemukan 2,52 gram. Saat penggeledahan dilanjutkan, di atas kamar rumah terdapat 13,48 gram sabu. Tersangka ini mengaku mendapatkan barang dari M Busro, 27, juga warga Desa Kemantren.

‘’Lima tersangka ini satu rentetan dan otak pemilik barang tersebut dari M Busro, yang memiliki barang hingga diecer ke beberapa orang,’’ jelasnya Senin (3/2).

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut dia, M Laek Al Thof juga mengakui Busroh menjadi pemilik sabu. Yakni, satu boks berisi sabu – sabu siap edar berbentuk klip kecil sebanyak 13,48 gram di atas kamar mandi. ‘’Tersangka Busroh dalam pengakuannya melakukan penjualan sabu – sabu selama satu tahun lamanya,’’ imbuhnya.

Pengambilan terakhir 50 gram dari wilayah Sidoarjo. Rinciannya, 15 gram dijual ke Laek, 25 gram dijual ke temannya di Gresik. Sedangkan sisanya 10 gram, dijual dan digunakan sendiri. Barang tersebut habis maksimal tiga minggu. 

‘’Untuk 1 gram sabu – sabu, menurut pengakuanya dijual Rp 1,1 juta kepada orang lain,’’ kata  Kapolres.

Busroh di hadapan petugas mengatakan, dirinya mendapatkan barang dari Sidoarjo. Sistemnya ranjau, ditaruh di salah satu tempat. Dia rata – rata melakukan pengambilan 50 gram.

‘’Selain untung uang, juga untuk dipakai dengan gratis tak membayar,’’ kata pria yang bekerja sebagai peternak ayam petelur ini.

Sedangkan empat tersangka lainnya, Hartono, 43, asal Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran kedapatan membawa sabu 0,3 gram. Kemudian, Eri Hermanto, 35, asal Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi dan Marshely Sandra, 39, warga Kelurahan Sukorejo, Lamongan membawa sabu seberat 0,77 gram. Serta M Sofyan, 33, warga Desa/Kecamatan Ploso, Jombang dengan barang bukti 0,37 gram sabu.

Jika ditotal, maka barang bukti yang diamankan di antaranya 17,79 gram sabu – sabu, sebuah timbangan digital,11 handphone berbagai merek,3 unit motor,8 buah pipet,7 korek api dan 9 plastikklip kosong. 

(bj/mal/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia