Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial

Arumi Bachsin Kagumi Penyelesaian Stunting di Lamongan 

31 Januari 2020, 09: 15: 21 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DESA UNGGULAN : Arumi Bachsin dengan Bupati Fadeli dan Ny Makhdumah Fadeli bersama TP PKK dan aparat desa Desa Karangturi, serta aparat Kecamatan Glagah.

DESA UNGGULAN : Arumi Bachsin dengan Bupati Fadeli dan Ny Makhdumah Fadeli bersama TP PKK dan aparat desa Desa Karangturi, serta aparat Kecamatan Glagah. (Istimewa)

Share this      

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak mengungkapkan rasa bahagianya atas kerjasama dan gotong royong yang diperlihatkan seluruh masyarakat Lamongan, khususnya Desa Karangturi, Kecamatan Glagah. Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak itu berharap, Desa Karangturi, Glagah  bisa menjadi desa percontohan karena keberhasilannya dalam menyelesaikan masalah stunting dan masalah-masalah di lingkungannya. 

Karena, seiring berkembangnya waktu, ada banyak penyakit yang sekarang menjadi perhatian nasional. ‘’Kerjasama dan gotong royong semua elemen masyarakat yang sudah diperlihatkan di desa ini, sangat penting untuk melakukan pencegahan suatu penyakit dan permasalahan lainnya,’’ ujarnya didampingi Ketua TP PKK Lamongan Makhdumah Fadeli saat melakukan monev di desa itu kemarin (30/1).

Arumi juga mengingatkan seluruh ibu di Lamongan agar memberikan ASI eksklusif kepada anaknya untuk memberikan kekebalan tubuh. Sehingga anak bisa tumbuh sehat dan terus mendapatkan kasih sayang langsung. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai salah satu kunci hidup bahagia dan terbebas dari penyakit. Yakni gizi terpenuhi, pola asuh anak dan remaja penuh cinta dan kasih sayang. 

UNGGULAN LAMONGAN : Bupati Fadeli bersama Ny Makhdumah Fadeli mendampingi Arumi Bachsin meninjau pameran produk unggulan Lamongan.

UNGGULAN LAMONGAN : Bupati Fadeli bersama Ny Makhdumah Fadeli mendampingi Arumi Bachsin meninjau pameran produk unggulan Lamongan. (istimewa)

Memberikan pujian pada anak, memberikan contoh, dan diberikan edukasi mengenai kesehatan diri dan harga diri. “Karena pendidikan pertama dan paling nyata adalah keluarga,” tuturnya.

Terkait penuntasan permasalahan bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Lamongan selangkah lebih dulu di Jawa Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, Lamongan berhasil menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (AKI) dan masalah stunting yang menjadi persoalan nasional. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan dr Taufik Hidayat melaporkan, hampir seluruh desa sudah mengalokasikan dana desa untuk posyandu. Karena setiap posyandu memiliki program khusus untuk melakukan pencegahan dan meminimalisasi jumlah kasus di desa. Sehingga kontribusi desa melalui alokasi DD serta dukungan pemkab dalam program-programnya mampu mengentaskan berbagai masalah secara signifikan. 

Menurut Taufik, satu desa yang berhasil lepas dari zona merah atau tertinggal yakni Desa Karangturi, Kecamatan Glagah. Desa ini pernah menjadi sangat tertinggal karena pola hidup masyarakatnya yang salah. Mereka membuang air besar di sungai, tidak rutin memeriksakan kehamilan, dan kurang memperhatikan kebutuhan gizi anak. Sekarang, desa ini berhasil lepas dari predikat tersebut. Mereka berhasil menyelesaikan masalah gizi buruk (stunting), ODF, dan tentunya menuntaskan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat(STBM). 

Dia mengungkapkan, pencegahan stunting bukan hanya dilakukan 1.000 hari pertama kelahiran (HPK), tapi juga pendidikan kepada remaja sebagai intervensi. “Sehingga Lamongan bisa melahirkan generasi yang berkualitas,” terangnya.

Lamongan menuju Zero Stunting

Bupati Lamongan H Fadeli, SH, MH memberikan gambaran umum pengentasan masalah stunting di Kota Soto tersebut menuju zero stunting. Salah satunya memetakan desa prioritas agar program pemerintah itu bisa dirasakan langsung. Tahun lalu ada 10 desa, sekarang bertambah menjadi 31 desa. Hasilnya, setiap desa akan terlihat prevalensi stunting berdasarkan jumlah kelahiran bayi dan pengelompokan balita yang diindikasi stunting. ‘’Dengan begitu bisa dipastikan program akan tepat sasaran karena berdasarkan research dan disesuaikan dengan bulan timbang,’’ ungkapnya kepada Ketua TP PKK Jatim, Arumi Bachsin yang melakukan monev di Pendapa Pemkab Lamongan kemarin (30/1)

Selain itu, Bupati Fadeli juga menyatakan, Lamongan bisa menekan AKI/AKB secara signifikan. Upaya itu dilakukan dengan melibatkan banyak stakeholder. Sehingga kinerjanya lebih mudah dan tepat sasaran. “Kita ada program spesifik pola asuh dan pola makan, program ini menjadi tanggung jawab 16 OPD sesuai dengan tupoksinya,” terangnya. 

Selain itu, tambah dia, program sanitasi di Lamongan sudah tuntas sejak 2017. Bupati Fadeli mengatakan, saat ini masyarakat di Lamongan sudah lebih maju. Masalah-masalah sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) sudah tuntas beserta lima pilar kesehatan. ‘’Saat ini masyarakat Lamongan sudah lebih maju, yakni bisa mengolah limbah menjadi barang yang bernilai jual,’’ terangnya. 

Istri Wagub Jatim Emil Dardak itu juga disuguhi berbagai pameran produk unggulan masyarakat Lamongan. Mulai produk UMKM, Asupan Mandiri (asman) Toga, kader posyandu, ODGJ, dan lainnya.

(bj/rka/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia