Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
Empat Pencuri Motor, Satu Pencuri Kotak Amal

Bekuk Lima Tersangka Pencurian di Masjid

31 Januari 2020, 08: 15: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

RESAHKAN JAMAAH: Kapolres menunjukkan tersangka dan barang bukti dari komplotan curanmor.

RESAHKAN JAMAAH: Kapolres menunjukkan tersangka dan barang bukti dari komplotan curanmor. (BHAGAS DANI PURWOKO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kepolisian meringkus pelaku kejahatan beraksi di masjid-masjid. Yakni dua tersangka komplotan pencurian motor (curanmor) beraksi saat korban salat di masjid. Satreskrim polres juga menangkap spesialis pencuri kotak amal masjid.

Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan mengatakan, komplotan curanmor beranggotakan empat orang. Terdiri tiga orang eksekutor dan satu orang penadah. Dua tersangka ditahan di Mapolres Bojonegoro, yakni Kasmuji, 48, dan Witono, 40. Sedangkan, dua lainnya ditahan di Mapolres Purwodadi, yakni  Sugeng Widodo dan Topik. 

Salah satu tersangka ditahan di mapolres dilumpuhkan menggunakan timah panas, karena hendak melarikan diri. Yakni Kasmuji, warga asli Kabupaten Kuningan Jawa Barat yang kini berdomisili di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander berperan sebagai eksekutor. 

Sedangkan, Witono, warga Desa Sumberarum berperan sebagai penadah motor curian Kasmuji. Witono telah membeli tujuh motor curian tersebut. “Motor curian dibeli kisaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per unit,” tuturnya. 

Modus operandinya mencuri motor diparkir di halaman masjid atau saat ditinggal salat Subuh berjamaah para korbannya. Tersangka mengaku telah melakukan sembilan kali pencurian motor di halaman masjid. 

Di antaranya enam curanmor di wilayah Bojonegoro, dua kasus di Blora, dan satu kasus di Grobogan. Setiap TKP, tersangka bisa menggasak satu hingga dua motor. “TKP terakhir tersangka di Masjid Al-Falah wilayah Desa Megale, Kecamatan Kedungadem,” ujar Kapolres.

Berdasar keterangan tersangka Kasmuji, ketika mengeksekusi motor di halaman masjid saling bertukar peran dengan dua tersangka lainnya yang mendekam di Mapolres Purwodadi. Biasanya Kasmuji berperan sebagai pembobol motor dengan kunci T. Terkadang juga berperan sebagai pemantau situasi masjid.

“Mereka malingnya itu ketika salat Subuh berjamaah. Terkadang tersangka ikut salat berjamaah memantau situasi,” tuturnya.

Barang bukti disita lima motor. Di antaranya dua motor Beat, dua motor Supra 125, dan satu motor Vario. Sisanya sudah dijual ke penadah. 

Selain curanmor di halaman masjid, polisi juga menangkap satu tersangka pencuri kotak amal masjid. Zainul Ikhwan, 26, warga Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, menjalankan aksinya di dua lokasi berbeda. 

Modus operandi tersangka beraksi mencuri uang kotak amal di masjid ketika malam. Merusak kunci penutup kotak amal menggunakan sebuah besi dan menggasak uang. “Tersangka diamankan setelah ditangkap warga saat mencuri kotak amal di Musala Nur Ali, Jalan Lettu Suyitno, Desa Mulyoagung Kecamatan Bojonegoro Kota sekitar pukul 22.30 pada 19 Januari 2020 lalu,” tuturnya.

Tersangka mengaku sebelumnya pernah melakukan pencurian kotak amal di Masjid Al Falah di Desa Balenrejo, Kecamatan Balen.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengurus masjid dan musala agar selalu waspada terhadap potensi pencurian. Setiap salat berjamaah sebaiknya menugaskan pengurus masjid bergantian berjaga-jaga. Juga, kotak amal sebaiknya ditaruh tempat aman dan sesering mungkin mengambil uang di kotak amal.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia