Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Petani Melon Keluhkan Hama Tikus 

24 Januari 2020, 13: 40: 51 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PANEN TIDAK MAKSIMAL: Petani melon harus merelakan sebagian buahnya dimakan hama tikus. 

PANEN TIDAK MAKSIMAL: Petani melon harus merelakan sebagian buahnya dimakan hama tikus.  (Anjar Dwi P/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hama tikus tidak hanya menyerang lahan padi. Petani melon di Desa Banjarejo, Kecamatan Sugio juga merasakan adanya hama tersebut di lahannya. Padahal, saat ini memasuki masa panen melon setelah menanti 65 hari.

‘’Banyak yang rusak karena dimakan tikus,’’ tutur Sukardi, salah satu petani desa setempat kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (22/1).

Dia menghabiskan dana sekitar Rp 15 juta untuk biaya tanam. Namun, hasil yang didapatkannya jauh di bawah biaya operasional tersebut. 

‘’Panen kali ini rugi banyak karena hanya sedikit yang bisa dipanen,’’ ujar pria paro baya tersebut. 

Sukardi memilih memanen dini karena khawatir seluruh buah dirusak tikus dan rugi lebih banyak. Ukuran buah melon hasil panen pun tak bisa seragam. Banyak melon berukuran mini terpaksa dipanen. 

‘’Daripada rugi semakin banyak, lebih baik dipanen seluruhnya sekarang,’’ tukasnya. 

Seperti panen sebelumnya, dia menjual dengan sistem tebasan. Biasanya, ada sedikit melon yang disisakan untuk dijual secara eceran. Dengan kondisi saat ini, dia memilih menjual secara keseluruhan kepada pengepul. 

‘’Harga melon normalnya Rp 10 ribu per kg, tapi dengan kondisi ini susut separo,’’ imbuhnya. 

Dia berharap, ada perhatian khusus dari instansi terkait untuk menekan jumlah tikus yang makin mewabah. ‘’Tentu mayoritas petani di Lamongan cukup resah makin mewabahnya hama tikus,’’ ujarnya.

(bj/ind/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia