Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Klaim Tujuh Lampu Merah Bisa Tekan Laka dan Bus Ngeblong

24 Januari 2020, 13: 32: 31 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

HARUS NGEREM: Kendaraan berhenti di Pertigaan Brenggolo. Pemasangan lampu merah baru minggu ini.

HARUS NGEREM: Kendaraan berhenti di Pertigaan Brenggolo. Pemasangan lampu merah baru minggu ini. (Bhagas Dhani P/ Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pertigaan Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu, di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu, kini terpasang lampu merah (traffic light). Pertigaan tersebut akses menuju Kecamatan Malo. Pemasangan lampu merah untuk meminimalisasi kecelakaan. 

Dany, salah satu warga Desa/Kecamatan Malo merasa lebih nyaman ketika ada traffic light di Pertigaan Brenggolo. Karena, kawasan tersebut kerap terjadi kecelakaan. Ruas jalannya lurus memicu kendaraan melaju cepat.

“Setidaknya, kalau ada lampu merah di pertigaan itu bisa lebih hati-hati semua pengendara, karena di situ kerap terjadi kecelakaan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (23/1).

Ia mengatakan lampu merah di pertigaan Brenggolo baru aktif tiga hari yang lalu. Ia merasa sejak ada lampu merah, kendaraan-kendaraan besar yang melintasi jalan tersebut tak lagi berkecepatan tinggi seperti sebelumnya.

Selain di Pertigaan Brenggolo, pemasangan lampu merah juga di tujuh lokasi. Rerata di jalan nasional. Yakni, Perempatan Balen Jalan Bojonegoro-Babat. Pertigaan Campurejo Kecamatan Kota, Pohwates, Kasiman, Tinggang, dan Ngraho.

Adapun pemasangan tujuh titik lampu merah baru itu merupakan proyek 2019 lalu. Proyek tersebut menelan anggaran Rp 1,6 miliar. Pemenang tendernya CV SM Putra asal Kabupaten Kediri. 

“Kami memasang di jalan nasional karena biar bagaimanapun yang melintasi jalan tersebut juga orang Bojonegoro. Jadi setidaknya bisa meminimalisasi kecelakaan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Adie Witjaksono.

Sebelumnya, pihak dishub beberapa kali telah melakukan uji coba terhadap lampu merah tersebut. Seperti di perempatan Balen dan Pohwates itu untuk meminimalisasi bus ngeblong. Pihaknya juga masih mendengar masukan karena terkadang masyarakat mengeluh  ketika ada lampu merah bisa bikin macet.

“Nanti masih terus kami awasi penerapannya di lapangan. Kalau memang perlu lampu merah ini hanya menyala di jam-jam tertentu saja. Kami akan berusaha menyesuaikan,” ujar Adie sapaan akrabnya. (bgs/rij)

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia