Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Ditarget Rp 4,6 M, Terealisasi Rp 2,1 M

Pendapatan Pasar Tak Tercapai

24 Januari 2020, 13: 30: 17 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PERDAGANGAN: Aktivitas pedagang Pasar Kota Bojonegoro, kemarin sore (22/1). DPRD menyoroti kinerja disdag terkait pendapatan pasar.

PERDAGANGAN: Aktivitas pedagang Pasar Kota Bojonegoro, kemarin sore (22/1). DPRD menyoroti kinerja disdag terkait pendapatan pasar. (Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kinerja dinas perdagangan (disdag) harus ditingkatkan. Peringatan itu diungkapkan Komisi B DPRD Bojonegoro, karena target pendapatan 2019 dari pengelolaan pasar tidak terpenuhi. 

Sesuai data dikantongi komisi membidangi keuangan dan perekonomian itu, target pendapatan 2019 dari pengelolaan 11 pasar sebesar Rp 4,6 miliar. Namun, hingga tutup tahun, hanya terealisasi Rp 2,1 miliar.

‘’Target pendapatan yang tidak terpenuhi ini membuktikan kinerjanya perlu ditingkatkan,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Sally Atyasasmi kemarin (23/1).

Menurut Sally, dalam waktu dekat akan memanggail disdag untuk membahas realisasi pendapatan tahun lalu. Dari hasil rapat tersebut, diharapakan diketahui realisasi pendapatan di masing-masing pasar.

Sebab, disdag mengelola 11 pasar tradisional. Meliputi Pasar Sroyo, Pasar Kedungadem, Pasar Sugihwaras, Pasar Sumberrejo, Pasar Kanor, Pasar Kota, Pasar Kalitidu, Pasar Padangan, Pasar Malo, Pasar Hewan, dan Pasar Dander.

‘’Akan kami panggil untuk mengetahui detailnya realisasi di masing-masing pasar,’’ ujar politikus Gerindra ini.

Menurut Sally, target pendapatan dari pengelolaan pasar seharusnya terpenuhi. Karena, sudah memiliki aplikasi  memudahkan pembayaran retribusi. Saat itu, kerja sama dengan Bank Jatim. Namun, ternyata aplikasi itu belum bisa membantu pemenuhan target pendapatan.

Sementara itu, Kepala Disdag Bojonegoro Sukaemi dikonfirmasi terpisah mengatakan realiasi pendapatan dari pengelolaan 11 pasar sebesar Rp 2,1 miliar. Namun, pihaknya masih enggan menjelaskan data masing-masing pasar dan kendala dari target belum terpenuhi. 

‘’Sampai tutup tahun realisasinya Rp 2,1 miliar,’’ ujarnya. 

Sementara itu, berdasar dokumen APBD 2020, disdag dijatah pagu Rp 74 miliar. Dan dengan target PAD sebesar Rp 7,6 miliar. Target pendapatan tersebut tentu meningkat drastis dibanding tahun lalu.

(bj/msu/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia