Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Imbas Keluarnya Permendikbud

USBN Dihapus, Sekolah Gelar Ujian Sendiri

23 Januari 2020, 12: 13: 46 WIB | editor : Amin Fauzie

USBN Dihapus, Sekolah Gelar Ujian Sendiri

(AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Mulai tahun ini sekolah tak lagi menggelar ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Hal tersebut menyusul terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 43 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan ujian oleh sekolah dan ujian nasional (unas).
Sebaliknya, setiap sekolah mulai setingkat SD hingga SMA menggelar ujian sekolah secara mandiri. Mulai format soal hingga penyelenggaraan. Sebelumnya, USBN masih mengacu pada Kemendikbud serta Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
‘’Mulai tahun ini jadi ujian sekolah. Dilakukan secara mandiri,” kata Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Suyanto kemarin (22/1).
Meski begitu, sekolah dapat mengacu pada Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 terkait ketentuan teknis penyelenggaraan ujian sekolah. Sehingga, sekolah menentukan format penilaian kelulusan siswa. ‘’Umumnya guru dan sekolah yang mengetahui (kondisi siswa) dan berhak menilai. Tentu, tetap mengacu standar nasional pendidikan,” ujar Yanto, sapaannya.
Bahkan, pihaknya pekan lalu telah melakakuan rapat koordinasi terkait Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019. Mulai dari persiapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sampai ujian sekolah. ‘’Untuk jadwal ujian sekolah nanti serentak se kabupaten. Biasanya sebelum UNBK,” imbuhnya.
Sementara itu, hal senada juga dikatakan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno. Yakni USBN telah diganti menjadi ujian sekolah. Sehingga, tak perlu lagi menunggu prosedur operasional standar (POS) dari Kemendikbud maupun BSNP.
‘’BSNP sudah tidak lagi mengeluarkan juknisnya. Jadi sudah berubah,” ucap dia.
Menurut dia, acuannya sudah tertera dalam permendikbud. Sehingga perubahan itu bukan berarti menurunkan kualitas penyelenggaraan ujian. Maka sebelum pelaksanaan, pihaknya perlu melakukan koordinasi lebih lanjut.
‘’Insya Allah dalam waktu dekat kita akan melakukan rapat koordinasi terkait hal itu,” ujar mantan Kacabdin Nganjuk. (dny/rij)

(bj/dny/rij/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia