Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan
Sidik Jari Pelaku Sudah Rusak

732 Buku Nikah Raib

22 Januari 2020, 16: 37: 11 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SIDIK JARI HILANG: Lemari yang sebelumnya berisi buku – buku nikah kosong diteliti petugas. Tidak ada sidik jari yang bisa dijadikan petunjuk polisi. 

SIDIK JARI HILANG: Lemari yang sebelumnya berisi buku – buku nikah kosong diteliti petugas. Tidak ada sidik jari yang bisa dijadikan petunjuk polisi.  (GAMAL A/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pasangan yang ingin menikah harus waspada. Telitilah buku nikah yang ada. Sebab, KUA Kecamatan Deket telah melaporkan kehilangan 732 buku nikah kosong.

Kapolsek Deket AKP Sunaryo menjelaskan, kejadian itu sebenarnya diketahui salah satu petugas KUA setempat sejak Minggu (19/1) pukul 09.00. Petugas tersebut masuk ke kantor dan melihat ruangan milik ketua KUA terbuka. 

‘’Petugas itu katanya lembur,’’ ujarnya.

Saat dilakukan pengecekan, lanjut dia, ternyata 366 pasang buku nikah yang masih kosong hilang. 

Hilangnya buku – buku nikah itu baru dilaporkan keesokan harinya. Anggota Polsek Deket diterjunkan untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian perkara. 

‘’Saat dicek, ternyata pelaku masuk dari pintu belakang kantor KUA tersebut,’’ tuturnya.

Menurut dia, pintu di belakang kantor itu rusak. Bahkan, pintu itu pernah dibuatkan gembok. Terakhir, dikunci menggunakan dua slot dari besi. Namun, alat pengaman tersebut dicongkel pelaku agar bisa masuk ke TKP.

Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian merusak pintu lemari tempat buku – buku nikah tersebut disimpan. 

‘’Hanya buku nikah saja yang diambil pencuri. Sedangkan barang lainnya tak ada yang hilang. Pelaku lewat dari pintu belakang kantor,’’ jelasnya. 

Sunaryo menuturkan, kejadian tersebut baru kali ini. Sebelumnya tak pernah ada pencurian buku nikah. Kapolsek belum bisa memerkirakan total kerugian akibat kejadian tersebut.   

Kapolsek menambahkan, petugas harus bekerja keras mengungkap kasus pencurian tersebut. Sebab, pelaku pencurian tak meninggalkan barang bukti sama sekali. Tidak ada sandal atau benda – benda lain milik pelaku yang tertinggal. Sidik jari di lemari juga sudah rusak.

‘’Rusaknya sidik jari setelah dipegang banyak orang sebelum petugas datang di lokasi,’’ jelasnya.

Karena itu, dia belum berani memerkirakan pelaku sendirian atau komplotan. 

Sementara itu, M Robih, kepala KUA Kecamatan Deket mengatakan, dirinya baru melaporkan ke Polsek Deket Senin karena melakukan pengecekan dan menunggu register buku nikah yang hilang. Setelah dilakukan pengecekan, 366 pasang buku nikah yang kosong di lemari ruang kerjanya hilang. 

‘’Dengan rincian, sebanyak 66 pasang buku nikah kosong sisa tahun 2019 dan sebanyak 300 pasang buku nikah kosong tahun 2020 ini,’’ katanya.

Atas kejadian tersebut, stok buku nikah di KUA Kecamatan Deket kosong. Robih mengaku  sudah konsultasi ke binmas kemenag agar tetap menyiapkan buku yang hilang. Sebab, bulan ini ada tiga pasangan yang menikah. 

‘’Tak ada buku sama sekali. Namun saya sudah konsultasi ke binmas kemenag, tentunya sudah siap lagi,’’ katanya.

(bj/mal/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia