Kamis, 20 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Bajir Lagi, 15 Rumah Terendam

21 Januari 2020, 07: 30: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BANJIR LAGI : Kampung Ngareng Cepu tergenang lagi karena air sungai meluap.

BANJIR LAGI : Kampung Ngareng Cepu tergenang lagi karena air sungai meluap. (Mahfudz M/Jawa Pos Radar Bonjonegoro)

Share this      

CEPU, Radar Bojonegoro – Banjir kembali mengenangi Cepu pada Minggu (19/1) pukul 23.00, setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 21.00. Banjir baru surut pada Senin (20/1) pukul 01.00 atau dua jam kemudian. 

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Agung Tri mengatakan, ada 15 rumah di RT 2, 3 dan 5 RW 01 di Kampung Ngareng terdampak banjir. Ketinggian banjir sekitar 30 hingga 50 Centimeter (Cm). ‘’ Hujan lebat di wilayah Kecamatan Cepu dengan durasi lama menyebabkan banjir oleh luapan Sungai Ngareng Timur PPSDM Migas yang melewati pemukiman,’’ ungkapnya.

Dia menjelaskan, luapan sungai itu dipicu banyak faktor. Salah satunya mulai banyak bangunan yang menyebabkan air mandek dan sampah menumpuk di saluran air. Selanjutnya juga terjadi penyempitan sungai dan lahan sepadan sungai berkurang. ‘’Akibat kurangnya serapan air, karena wilayah serapan air habis oleh pendirian bangunan,’’ ujarnya.

Agung melanjutkan, kondisi itu diperparah dengan penyempitan sungai dan menumpuknya sampah di saluran air, sehingga membuat air sungai meluap. Kejadiannya sama dengan banjir Kamis (16/1) lalu. ‘’Tapi banjir kali ini (Minggu, Red) lebih kecil dari pada Kamis lalu,’’ imbuhnya.

Meski begitu, dia memprediksi banjir masih berpotensi terjadi terus selama kondisi Sungai Ngareng Timur PPSDM Migas belum dinormalisasi.

Menurut dia, kondisi sungai yang bermasalah itu ada di Ngareng bagian hilir. Sebab saat dilakukan pengecekan aliran sungai di hulu, yakni di sekitar Turibang, tidak ada masalah. Meski dari pertemuan tiga sungai. ‘’Yang bermasalah di hilir, karena banyaknya penyempitan dan sampah. Belum lagi lahan sepadan sungai sudah tidak ada. Juga ada pendangkalan sungai di Ngareng,’’ paparnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Blora, Hadi Praseno mengatakan, warga Blora harus selalu mengantisipasi adanya genangan banjir. Apalagi jika ada hujan hingga 1 Jam lebih. ‘’Kalau hujan begitu lama, harus bersiap evakuasi mandiri,’’ tuturnya.(fud/feb)

(bj/fud/feb/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia