Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Blora
Buat Laporan Palsu Karena Ingin Dipercaya

Mengaku Dibegal, Malah Diamankan Polisi

21 Januari 2020, 07: 10: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MENYESAL : Agus Jarmanto saat diamankan di Polsek Todanan, setelah mengakui kebohongannya membuat laporan palsu.

MENYESAL : Agus Jarmanto saat diamankan di Polsek Todanan, setelah mengakui kebohongannya membuat laporan palsu. (Mahfudz M/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BLORA, Radar Bojonegoro – Nekad betul Agus Jarmanto, 31, warga Desa Sonokidul, Kecamatan Todanan. Jumat (17/1) malam lalu tiba-tiba datang ke Polsek Todanan mengaku baru saja dibegal. Uang Rp 25 juta miliknya dirampas. Namun, setelah didalami petugas, laporannya ternyata palsu. Akhirnya Agus  diamankan dengan tuduhan memberi laporan palsu.

Kapolsek Todanan Iptu Isnaeni mengatakan, dalam laporannya, Agus mengaku telah dibegal dua pria bersenjata saat melintas di Jalan Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, pada Jumat (17/1) pukul 18.00. Uangnya Rp 25 Juta amblas dibawa lari begal tersebut. ‘’Setelah mendapat laporan itu, petugas kami langsung melakukan penyelidikan,’’ ujarnya kemarin (20/1).

Namun, ungkap dia, setelah dilakukan penyelidikan dan interogasi terhadap saksi-saksi, serta pengamatan kembali di tempat kejadian perkara (TKP), ternyata terdapat banyak ketidaksesuaian dengan keterangan pelapor. ‘’Tersangka ini ternyata dengan sengaja memberikan keterangan palsu,’’ ungkapnya.

Setelah perkara laporan palsu ini cukup bukti, lanjut dia, polisi langsung membuat Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk menyidik Agus sebagai tersangka laporan palsu.

Dari hasil pemeriksaan, ungkap dia, diketahui perbuatan Agus membuat laporan palsu itu ingin membuat orang lain percaya atas kejadian yang dialaminya. Tersangka ingin membohongi orang lain. Tersangka membuat laporan seakan akan telah mengalami pencurian dengan kekerasan oleh dua orang bersenjata. ‘’Ternyata dia hanya mengarang cerita palsu,’’jelasnya.

Atas perbuatan membuat laporan palsu tersebut, terang Isnaeni, tersangka dijerat dengan pasal 220 KUH Pidana tentang laporan atau keterangan palsu dengan ancaman pidana 1 tahun empat bulan penjara.(fud/feb)

(bj/fud/feb/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia