Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Refleksi 2019

Menakar Peran BAZNAS Tuban dalam Upaya Menurunkan Angka Kemiskinan

20 Januari 2020, 12: 28: 19 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Menakar Peran BAZNAS Tuban dalam Upaya Menurunkan Angka Kemiskinan

(Istimewa)

Share this      

Melihat progres pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) di Kabupaten Tuban, tentu kami sangat berbahagia. Penerimaan ZIS setiap tahun mengalami peningkatan. Utamanya mulai tahun 2017. Penerimaan meningkat drastis. Hal itu tak lepas dari dukungan Pemkab Tuban kepada BAZNAS yang terbukti sangat baik. Dengan dikeluarkannya Instruksi Bupati Nomor 2 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infaq dan Shodaqoh pada Organisasi Perangkat Daerah, Instansi Vertikal dan Badan Usaha Milik Daerah di Kabupaten Tuban, maka kesadaran berzakat di kalangan aparatur sipil negara (ASN) meningkat drastis. Meski penerimaan ASN masih terkendala dengan banyaknya aparatur negara yang purnatugas, namun kesadaran berzakat bagi ASN di Bumi Wali secara umum masih sangat baik.
Sesuai data yang kami miliki, penerimaan ZIS tujuh tahun yang lalu baru Rp 300 juta per tahun. Sekarang ini mencapai Rp 10 miliar. Bahkan penerimaan BAZNAS Kabupaten Tuban tahun 2019 menjadi yang tertinggi tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Penerimaan yang kian meningkat tersebut berkorelasi positif dengan kegiatan pendistribusian dan pendayagunaan. Kini, semakin banyak jumlah penerima bantuan (mustahik) dari BAZNAS Kabupaten Tuban. Tercatat 33.712 penerima manfaat pada 2019. Program pendistribusian dan pendayagunaan juga dilaksanakan dalam berbagai kegiatan yang bervariasi.
BAZNAS Kabupaten Tuban memiliki lima program utama. Yakni, Tuban Peduli, Tuban Sehat, Tuban Berdaya, Tuban Cerdas, dan Tuban Takwa. Kelima program tersebut dijabarkan dalam berbagai kegiatan menarik. Tuban Peduli meliputi kegiatan: Berkirim Harian Donasi Makanan bagi Duafa (BERKHIDMAD), santunan konsumtif tunai, bantuan rehabilitasi rumah warga miskin, dan bantuan kepada korban bencana alam. Total dana yang tersalurkan dalam program Tuban Peduli sebesar Rp 5.554.538.000. Penerima manfaatnya 15.626 jiwa.
Tuban Sehat dijabarkan dalam sejumlah kegiatan, seperti: bantuan biaya perawatan rumah sakit bagi duafa, bantuan pembayaran utang pengobatan, jaminan kesehatan bagi dhuafa, dan apotek jamaah. Total dana yang tersalurkan dalam program Tuban Peduli sebesar Rp. 216.748.287. Jumlah mustahik-nya 808 jiwa.
Tuban Berdaya kegiatannya meliputi: Zakat Community Development (ZCD), bantuan modal usaha, dan bantuan pelatihan usaha bagi warga miskin produktif. Total dana yang tersalurkan dalam program Tuban Peduli sebesar Rp 424.588.000. Jumlah penerima manfaatnya 777 jiwa.
Tuban Cerdas terinci ke dalam beberapa kegiatan. Yakni, beasiswa bagi siswa-siswi miskin potensial di tingkat SD/MI, beasiswa bagi siswa-siswi miskin potensial di tingkat SMP/MTs, beasiswa bagi siswa-siswi miskin potensial di tingkat perguruan tinggi, dan bantuan biaya pendidikan.  Total dana yang tersalurkan dalam program Tuban Peduli sebesar Rp 1.002.936.250. Dengan penerima manfaat 1.950 jiwa.
Yang terakhir adalah Tuban Takwa. Program tersebut dijabarkan ke dalam beberapa kegiatan, meliputi: bantuan siar islam, bisyaroh bagi ustad/ustadah taman pendidikan Quran (TPQ), kurban berdayakan desa, dan masih banyak kegiatan di bidang ini. Total dana yang tersalurkan dalam program Tuban Peduli berjumlah Rp 2.003.763.950. Jumlah penerima manfaatnya 14.518 jiwa.
Dengan penerimaan yang terus meningkat dan berimbas pada kegiatan pendistribusian yang semakin intensif di tengah masyarakat, maka BAZNAS Kabupaten Tuban diberi peran oleh Pemkab Tuban sebagai mitra dalam usaha menurunkan angka kemiskinan di Bumi Wali. Andil BAZNAS dalam usaha  penurunan angka kemiskinan diatur dalam perundangan zakat. Dalam regulasi tersebut BAZNAS  berperan sebagai koordinator Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam menurunkan angka kemiskinan. Sejauh ini, telah dua kali rapat koordinasi antara BAZNAS dan LAZ di Kabupaten Tuban digelar. Tentu, ini sebagai salah satu kekuatan baru yang perlu diperhitungkan dalam usaha penurunan angka kemiskinan, selain corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
Semangat Gerakan Warga Membantu Warga harus digelorakan dan diinternalisasikan di tengah masyarakat. Tentunya, dengan tata kelola yang baik, sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat dan dampak pengentasan kemiskinan lebih meluas.
Tantangan ke depan semakin besar, namun dengan perencanaan yang matang, tentu kami optimistis BAZNAS dan LAZ di Tuban bisa bicara banyak dalam membantu pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Tuban.(ds)

(Istimewa)

(bj/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia