Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Tasyakuran, Istighotsah hingga Urusan Ulat

Membonceng Motor Kades, Menembus Kegelapan Tengah Malam

20 Januari 2020, 12: 19: 02 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DI TENGAH JAMAAH: Bacabup Setiajit menyampaikan sambutan pada Tasyakuran dan Istighotsah Kubro di Ponpes Jabal Nur, Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Sabtu (18/1) malam.

DI TENGAH JAMAAH: Bacabup Setiajit menyampaikan sambutan pada Tasyakuran dan Istighotsah Kubro di Ponpes Jabal Nur, Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Sabtu (18/1) malam. (Istimewa)

Share this      

H. Setiajit, SH, MM sangat peduli dan tanggap dengan keluhan masyarakat. Begitu mendengar jeritan masyarakat Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek terkait mewabahnya serangan ulat pada tanaman jagung di desa setempat, bakal calon bupati (bacabup) itu tak langsung pulang meninggal desa terpencil yang berjarak sekitar 35 kilometer (km) dari pusat kota kabupaten tersebut.
Padahal, tasyakuran dan istighotsah kubro mem­peringati dua tahun berdirinya Ponpes Jabal Nur di Wolutengah yang dihadiri berakhir sekitar pukul 22.45. Mendekati tengah malam itu, dia bersama rombongan belum memutuskan pulang. Bahkan, dia menyuruh pengemudi mobil pribadinya Fortuner nopol L 99 AA untuk mengikutinya. Setelah menyincing sarung, Setiajit membonceng motor dinas Rasdan, kepala desa setempat. Sesaat kemudian, motor Supra X berpelat merah S 4356 EP tersebut menembus kegelapan. Melalui jalan sempit yang hanya cukup dilalui satu mobil. Tujuannya rumah kades setempat. Selama perjalanan, kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Pemprov Jatim itu menanyakan banyak hal kepada kades setempat terkait serangan ulat dan problem lain di Wolutengah.
Pembicaraan Setiajit dengan kades yang didampingi sejumlah perangkat desanya dan tokoh masyarakat berlanjut di ruang tamu rumah kades sambil menyeruput kopi. Salah satu materi pembicaraan tersebut terkait langkah konkretnya. Sebagaimana disampaikan kepada sekitar seribu jamaah tasyakuran dan istighotsah kubro. ‘’Senin (20/1), tim teknis dari provinsi akan turun ke sini dan membawa obat-obatan,’’ ujar dia yang disambut aplus jamaah pengajian.
Dikatakan Setiajit, problem tersebut sangat urgen untuk segera dicari solusinya. Itu karena perkembangan ulat yang memangsa daun dan batang tanaman jagung itu begitu cepat. Setiap ekor ulat bisa bertelur 200-300 butir. ‘’Kalau tidak segera diatasi, petani terancam gagal panen,’’ tegas dia.
Setiajit juga berjanji membantu problem lain yang dihadapi masyarakat Wolutengah. Termasuk Ponpes Jabal Nur yang baru berdiri dan butuh uluran tangan. Ponpes pertama di desa setempat itu diapresiasi memiliki misi utama siar agama sekaligus membekali iman-takwa generasi muda desa setempat dan desa sekitarnya.
‘’Pemprov akan membantu semampunya. Sece­patnya,’’ tegas mantan Pjs bupati Jombang itu.
Hadir pada acara tersebut, KH Nur Wahid, pengasuh Ponpes Jabal Nur,
Kiai Kunakib, kades Rasdan, sejumlah tokoh agama, dan tokoh masyarakat desa setempat. Pada tasyakuran dan istighotsah kubro tersebut, Setiajit juga menyerahkan santunan kepada yatim piatu.
Kades Rasdan menyampaikan terima kasih atas perhatian Setiajit dalam mengatasi berbagai problem yang dihadapi desanya. Terutama wabah ulat yang menyerang tanaman jagung. Menurut dia, problem tersebut cukup pelik. Banyak petani yang keracunan karena memberantasnya dengan obat pembasmi hama berdosis tinggi. Mereka merasakan mual dan pusing. ‘’Begitu ganasnya serangan hama ulat itu, lahan jagung terancam puso,’’ ungkap dia.
KH Nur Wahid juga memberikan apresiasi atas perhatian Setiajit kepada ponpesnya yang berhaluan ahlu sunah wal jamaah. Ponpes yang diasuh ulama jebolan Ponpes Al Anwar Sarang dan Ponpes Buntet, Cirebon tersebut memiliki seribu santri. Sebagian besar mereka tidak menetap di pondok. Dan, hanya sebagian kecil yang tinggal di pondok salafnya. ‘’Kami butuh pemimpin yang peduli,’’ ujardia.
Setiajit dibesarkan dalam kultur ahlu sunah waljamaah. Dia putra R. Sumaoastro, kepala Desa Tegalrejo, Kecamatan Me­rakurak. Di kampungnya, Setiajit dikenal sebagai penggerak kegiatan keagamaan dan budaya. Mulai majelis taklim, istighotsah hingga sedekah desa.
Di pemerintahan, Setiajit memiliki penga­laman panjang. Mengawali karir sebagai staf birokrat Pemprov Jatim sejak 1983. Dia mendapat amanah menduduki banyak posisi penting. Mulai kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi hingga Pjs bupati Jombang. Saat ini, dia dipercaya sebagai kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Pemprov Jatim. (ds)

PEDULI: Bacabup Setiajit memberikan santunan kepada yatim-piatu pada Tasyakuran dan Istighotsah Kubro di Ponpes Jabal Nur, Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Sabtu (18/1) malam.

PEDULI: Bacabup Setiajit memberikan santunan kepada yatim-piatu pada Tasyakuran dan Istighotsah Kubro di Ponpes Jabal Nur, Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Sabtu (18/1) malam. (Istimewa)

(bj/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia