Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Untuk Percepatan Pembangunan

Bupati Konsisten Cairkan Dana Hibah dan ADD Awal Tahun

20 Januari 2020, 12: 09: 29 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SEGERA DIMANFAATKAN: Bupati Tuban Fathul Huda menyerahkan ADD dan dana hibah pembangunan TPQ kepada penerima.

SEGERA DIMANFAATKAN: Bupati Tuban Fathul Huda menyerahkan ADD dan dana hibah pembangunan TPQ kepada penerima. (Istimewa)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Pencairan dana hibah dan alokasi dana desa (ADD) di awal ta­hun, konsisten dilakukan Bupati Tuban H. Fathul Huda. Termasuk tahun ini. Sabtu (18/1), bantuan dana hibah sebesar Rp 2.085.000.000 untuk peningkatan fasilitas ibadah, pondok pesantren, serta TPQ tahun anggaran 2020 kepada 57 penerima dan ADD sebesar Rp 18.301.627.550 untuk 93 desa resmi dicairkan.
Proses pencairan dana hibah dan ADD diserahkan langsung oleh bupati Fathul Huda secara simbolis di Masjid Fathur Rohmat, kompleks Pendapa Krida Manunggal Tuban usai kegiatan Muhasabah Sabtu Pagi. Turut mendampingi dalam penyerahan tersebut, wakil bupati Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si., dan Sekda Tuban Ir. Dr. Budi Wiyana, M.Si.
Pencairan dana hibah dan ADD di awal tahun merupakan bentuk komitmen bupati. Tujuannya, agar proses pembangunan bisa berjalan cepat. Utamanya dalam hal percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan perekonomian masyarakat desa. ‘’Semakin cepat dana hibah diserahkan, maka proses pembangunan juga semakin cepat. Dengan begitu, hasilnya segera bisa dinikmati masyarakat,’’ tegas bupati dua periode itu.
Disampaikan dia, hibah untuk fasilitas ibadah, pondok pesantren, serta TPQ merupakan program Pemkab Tuban dalam mewujudkan masyarakat yang lebih religius. Sekaligus sebagai upaya pembentukan karakter dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan informal. ‘’Untuk itu, dana hibah yang sudah diserahkan harus segera dibelanjakan untuk pembangunan. Dengan begitu, hasil dari pembangunan dan hibah bisa segera membawa manfaat untuk masyarakat,’’ tutur mantan ketua PCNU Tuban itu.
Begitu juga dengan ADD. Disampaikan bupati, semakin cepat ADD dicairkan, maka penghasilan tetap (siltap) untuk kepala desa dan perangkat bisa diterimakan dengan cepat. ‘’Semakin cepat ADD cair, maka pembangunan di desa juga bisa berjalan dengan cepat,’’ terang dia.
Sebagaimana diketahui, jumlah desa yang mencairkan ADD di awal tahun ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun-tahun sebe­lumnya. Dari semula,  pada 2017 ADD baru bisa cair pada Juni-Juli. Kemudian, pada 2018 mulai bisa cair di awal tahun atau Januari dengan jumlah penerima sebanyak 25 desa. Berikutnya, 2019 bertambah menjadi 60 desa. Dan, tahun ini bertambah menjadi 93 desa. Ditargetkan, Februari mendatang  pencairan ADD untuk seluruh desa se-Kabupaten Tuban yang berjumlah 311 desa tuntas semua.
Pada kesempatan tersebut, bupati juga me­nyerahkan santunan dari BPJS Ketena­gakerjaan bagi keluarga guru TPQ yang meninggal dunia. Jumlah santunan yang diberikan sebesar Rp 108 juta untuk tiga keluarga.

(bj/ds/tok/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia