Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal
PERSIDANGAN

Kakek 66 Tahun Curi Enam Ekor Sapi

16 Januari 2020, 12: 03: 49 WIB | editor : Amin Fauzie

CURI ENAM EKOR SAPI: Reju (berompi oranye) keluar dari ruang sidang.

CURI ENAM EKOR SAPI: Reju (berompi oranye) keluar dari ruang sidang. (AUDINA HUTAMA PUTRI/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Nama Reju, 66, tidak asing dalam dunia jual beli sapi di wilayah pantura Lamongan. Namun, pria asal Desa Payaman, Kecamatan Solokuro ini ternyata diseret ke meja hijau karena diduga dalang pencurian enam ekor sapi di Desa Tunggul dan Desa Kranji, Kecamatan Paciran.
Kemarin (15/1), dia dihadirkan ke Pengadilan Negeri (PN) Lamongan untuk mendengarkan pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Shanty Elda Mayasari mendakwanya dengan pasal 363 ayat 1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP.
Usai mendengar pembacaan dakwaan, Reju menyatakan tidak mengajukan eksepsi. Majelis hakim lantas memeriksa empat saksi korban pemilik enam sapi tersebut. Yakni, Kastawar, 49; Suwono, 54; M Yasnan, 44; serta Fahrudin, 42.
Kepada majelis hakim, para saksi korban menerangkan bahwa sapi-sapi miliknya ditempatkan di kandang yang sama dan terpisah dari rumah.
Sapi milik Kasnawar dan Suwono di Desa Tunggul. Sementara sapi milik Yasnan dan Fahrudin berada di Desa Kranji. Kandang yang terbuat dari bambu dan kayu itu terletak di tengah perkebunan tanpa ada penjagaan.
Dari empat saksi yang dihadirkan, hanya Kastawar yang mengaku mengenal Reju. ‘’Dia tetangga istri saya. Dulu juga jualan sapi,’’ ujarnya.
Sapi yang dicuri itu masing – masing dua ekor milik Kastawar dan Fahrudin. Serta masing – masing seekor milik Suwono dan Yasnan. Mereka baru mengetahui ternaknya raib saat hendak memberi makan pada pagi hari.
 ‘’Dua ekor sapi saya umur lima dan delapan tahun totalnya Rp 27 juta,’’ kata Kastawar.
‘’Satu ekor sapi saya umur dua tahun harganya Rp 15 juta,’’ timpal Suwono.
‘’Satu ekor sapi saya umur tiga tahun harganya Rp 20 juta,’’ jawab Yasnan.
‘’Dua ekor sapi saya umur tiga dan dua setengah tahun totalnya Rp 40 Juta,’’ imbuh Fahrudin.
Setelah mendapati sapinya hilang, empat pria ini mengecek kandangnya dan tidak ditemukan kerusakan.
‘’Tidak rusak hanya acak-acakan saja,’’ ujar Suwono.
Majelis hakim yang terdiri atas M Aunur Rofiq, Ery Acoka Bharata, dan Agusty Hadi Widarto heran dengan kebiasaan para saksi korban yang membiarkan kandang sapinya tanpa penjagaan dan alat pengamanan. Akibatnya Reju dan tiga komplotannya yang berstatus buron mudah membawa pergi sapi-sapi itu.
‘’Memang di tempat saya seperti itu kandangnya di tengah tegalan (kebun) dan tidak ada yang jaga. Baru kali ini ada pencurian,’’ ujar Yasnan.
Reju dan tiga rekannya mencuri sapi-sapi yang tidak dijaga. Dia mengangkut sapi tersebut menggunakan pikap dan dijual ke Pasar Hewan Kerek, Tuban. Hasil penjualannya dibagi rata.
Setelah keterangan dari saksi dirasa cukup, majelis hakim akan melanjutkan persidangan pekan depan. Agendanya, pemeriksaan terdakwa. (din/yan)

(bj/din/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia