Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Sport
PANJAT TEBING

Butuh Adaptasi Wall Boulder Baru

15 Januari 2020, 14: 08: 41 WIB | editor : Amin Fauzie

WALL BARU : Atlet Panjat Tebing Lamongan mulai berlatih di wall baru nomor boulder di Sport Center Lamongan.

WALL BARU : Atlet Panjat Tebing Lamongan mulai berlatih di wall baru nomor boulder di Sport Center Lamongan. (AUDINA HUTAMA PUTRI/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Para atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Lamongan bisa lebih mudah melakukan latihan. Sebab mereka mulai bisa menggunakan wall (papan panjat) baru yang ada di kompleks Sport Center Lamongan Lamongan, khususnya untuk nomor boulder. Sebelumnya mereka terpaksa harus berlatih di wall lama untuk berlatih di tiga nomor sekaligus. Yakni speed, lead, dan boulder.
Pelatih FPTI Lamongan, Syah Rizal Haq mengatakan, meskipun sudah pernah berlatih di nomor boulder, saat mencoba menggunakan wall yang baru para atletnya merasa kesulitan. Sebab lintasannya memiliki medan yang berbeda dengan jenis wall lainnya. Namun, dari segi alat pengaman, atlet tidak membutuhkan alat apapun. Kecuali matrass, karena wall tidak terlalu tinggi.
‘’Sebenarnya anak-anak sudah belajar lama, tapi pakai bagian bawah wall speed yang kita modifikasi. Kesulitan memang ada karena butuh penyesuaian. Karena medannya berbeda dan ada roof (cabang, Red). Lalu poin penilaian dan gerakannya juga berbeda,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (14/1).
Rizal sapaannya, menerangkan, nomor boulder sistem penilaiannya berdasarkan bonus dan top (puncak, Red) di setiap jalurnya. Atlet ditarget sekali memanjat harus bisa menyentuh bonus serta double top atau dua kali mencapai puncak. Dalam perlombaan, pemanjat diberi waktu maksimal empat hingga lima menit untuk mencapai puncak.
‘’Kalau sudah top, ya dianggap sudah selesai atau finish. Tapi kendalanya, wall boulder di GOR (Sport Center Lamongan) jalurnya masih random dan belum ada penandanya. Lalu ada bagian papan yang retak sehingga tidak bisa dimasuki poin,’’ terangnya.
Di nomor boulder, Rizal menilai perkembangan skill dan performa para pemanjat dianggap meningkat daripada saat mereka berlatih di nomor speed. Bahkan, pemanjat kategori spiderkid U-12 lebih berminat di nomor boulder. ‘’Karena lintasan lebih bervariasi dan penilaian utama tidak terpaku pada kecepatan lari atau sprint,’’ ujarnya.(din/feb)

(bj/din/feb/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia