Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Tahun Ini, 270 Guru Pensiun 

11 Januari 2020, 15: 31: 12 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Tahun Ini, 270 Guru Pensiun 

(ainur ochiem/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Setiap tahun, ratusan guru mengakhiri masa baktinya. Tahun ini, tercatat 270 guru di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban genap berusia 60 tahun atau batas usia terakhir masa pengabdian. Data Ketenagaan Disdik Tuban menyebutkan, 25 guru SMPN dan 245 guru SDN yang pensiun. Tugas mereka tersebar pada 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban.

Kabid Ketenagaan Disdik Tuban Rasmani mengatakan, untuk jenjang SD terbanyak pensiun adalah guru kelas. Jumlahnya 175 orang. Selanjutnya kepala sekolah (33 orang), guru mapel pendidikan agama Islam (30 orang), dan pendidikan jasmani atau olahraga (7 orang). ‘’Seluruhnya memasuki masa pensiun. Untuk pengajuan pensiun dini sejauh ini belum ada,’’ tutur dia.

Dijelaskan Rasmani, tempat bertugas guru SD yang pensiun tersebar pada 20 kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Palang sebanyak 22 guru. Berikutnya, Kecamatan Tuban (18 guru), Widang (12 guru), Tambakboyo (5 guru), Soko (19 guru), Singgahan (7 guru), Senori (4 guru), Semanding (31 guru), Rengel (17 guru), Plumpang (17 guru), dan Parengan (11 guru). (Selengkapnya grafis)

‘’Untuk 33 kasek SD yang pensiun akan diganti guru yang lolos seleksi dan tes kepala sekolah. Sementara guru kelas atau mapel diganti dari rekrutmen yang lolos tes CPNS dan PPPK,’’ tutur dia.

Pada jenjang SMP, pensiun terbanyak adalah guru ilmu pengetahuan sosial (IPS) sebanyak 7 orang. Sementara guru mapel bahasa Indonesia dan PPKN masing-masing 4 orang, bimbingan konseling (BK) 3 orang, serta matematika 2 orang. Masing-masing satu guru pensiun pada mapel bahasa Inggris, ilmu pengetahuan alam (IPA), pendidikan agama Islam, pendidikan jasmani atau olahraga, dan keterampilan.  

Kepala Disdik Tuban Nur Khamid menambahkan, meski minus ratusan guru, disdik memastikan tidak akan mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Sebab, kebutuhan guru saat ini sudah tertutupi dengan pendidik yang berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan pendidik berstatus honorer. ‘’Insya Allah kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasanya, tidak ada yang terganggu,’’ tuturnya. 

Mantan kepala SMAN 1 Soko itu  menambahkan, saat ini disdik tengah mematangkan persiapan merger untuk jenjang sekolah dasar (SD). Sebab, ada beberapa sekolah yang kekurangan murid tiap tahunnya. Juga kekurangan tenaga pendidik. Jika memungkinkan, sekolah-sekolah yang kekurangan tersebut akan dimerger dengan sekolah lain yang lokasinya berdekatan. ‘’Masih dipikirkan SD mana saja yang dimerger, butuh banyak pertimbangan,’’ kata dia.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia