Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Debit Mulai Naik, Masih di Bawah Siaga

11 Januari 2020, 14: 56: 58 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

CEK TINGGI AIR; Petugas ketika mengecek debit Sungai Bengawan Solo di TBS atau utara Pasar Kota Bojonegoro, kemarin (10/1).

CEK TINGGI AIR; Petugas ketika mengecek debit Sungai Bengawan Solo di TBS atau utara Pasar Kota Bojonegoro, kemarin (10/1). (Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Debit air Sungai Bengawan Solo di kawasan Bojonegoro mulai naik, sejak kemarin (10/1). Elevasi atau peningkatan dipicu curah hujan dari wilayah hulu maupun hilir terpantau masih tinggi. 

Berdasar dari data sistem informasi hidrologi dan kualitas air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, diketahui curah hujan di wilayah hulu dan wilayah Madiun rata-rata 10-20 milimeter. Sedangkan, wilayah hilir seperti Bojonegoro hanya sekitar 10 milimeter. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Umar Ghoni mengungkapkan, elevasi TMA di wilayah Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik cukup signifikan. TMA Karangnongko sekitar pukul 15.00 kemarin menunjukkan angka 24,61 meter dan TMA di Taman Bengawan Solo (TBS) 10,30 meter. 

“Siaga hijau di Karangnongko kalau mencapai 29 meter. Sedangkan siaga hijau di TBS apabila mencapai 13 meter,” bebernya kemarin.

Antisipasi dilakukan dengan cara mengatur pintu air bendungan gerak di Bojonegoro, Babat, dan Sembayat. Ia menerangkan, debit air di bendungan gerak Bojonegoro sekitar 1000,65 meter kubik per detik. Ada sembilan pintu elektrik yang diatur buka dan tutupnya. 

Kemarin, pintu 1, 4, 5, 7, 8, dan 9 dibuka 100 sentimeter. Sedangkan, pintu 2 dan 3 dibuka 200 sentimeter; dan pintu  6 ditutup penuh. “Selain pintu elektrik, ada juga flap gate. Saat ini flap gate dua dan delapan ditutup penuh,” ujar Umar sapaannya.

Sementara itu, tujuh pintu air di bendungan gerak Babat dibuka 700 sentimeter dengan debit air 1056,40 meter persegi per detik. Sedangkan, tujuh pintu air di bendungan gerak Sembayat, Gresik dibuka 800 sentimeter dengan debit air 1020,34 meter kubik per detik.

Umar belum bisa memberikan komentar terkait prediksi curah hujan di wilayah hulu. Karena elevasi TMA sangat bergantung pada curah hujan wilayah hulu. 

Sebelumnya, saat apel kesiapan antisipasi bencana pada Senin lalu (6/1), Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah berharap seluruh personel dari lintas instansi maupun organisasi perangkat daerah (OPD) bisa bersinergi dan berkoordinasi dengan baik. 

“Seluruh personel gabungan serta alat-alat maupun logistik sudah dipersiapkan. Tapi kami berharap semoga tidak terjadi bencana di Bojonegoro,” tuturnya. (bgs/rij)

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia