alexametrics
Kamis, 09 Apr 2020
radarbojonegoro
Home > Sport
icon featured
Sport
Manajemen Di-Deadline hingga Seminggu ke Depa

Dwi Kus dan Persela Belum Sepakat   

10 Januari 2020, 15: 51: 55 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BELUM DEAL : Kiper Dwi Kuswanto saat berlaga di Liga 1 lalu. Untuk Liga 1 mendatang, Dwi Kus dengan manajemen Persela belum tercapai kesepakatan terkait nilai kontrak.

BELUM DEAL : Kiper Dwi Kuswanto saat berlaga di Liga 1 lalu. Untuk Liga 1 mendatang, Dwi Kus dengan manajemen Persela belum tercapai kesepakatan terkait nilai kontrak. (Anjar Dwi P/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dwi Kuswanto menjadi salah satu pemain yang direkomendasikan untuk bertahan di Persela. Meski pemain spesialis kiper itu mengaku siap bertahan di skuad Laskar Joko Tingkir, namun belum ada titik temu terkait nilai kontrak dengan manajemen Persela. Sebab, kiper 34 Tahun itu menyodorkan kenaikan nilai kontrak. 

‘’Penawan baru itu sebenarnya masih realistis. Saya mintanya tidak sampai 50 Persen. Kira-kira masih di bawah 25 Persen saja,’’ ungkap kiper berpostur 180 Centimeter (Cm) tersebut kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (9/1).

Seperti diketahui, meski sempat melakukan tindakan bodoh menanduk pemain lawan saat melawan Borneo FC dan diganjar kartu merah,  namun Dwi Kus selalu menjadi kiper utama di Persela selama kompetisi Liga 1 lalu. Meski begitu, hingga kemarin (9/1) belum ada titik temu antara Dwi Kus dan Manajemen Laskar Joko Tingkir. ‘’Belum ada kesepakatan. Serta belum ada titik temu penawaran baru yang diajukan,’’ ujar kiper yang pernah membela Arema FC tersebut. 

Dwi Kus membeberkan, dia mengajukan penawaran baru berdasarkan penampilannya yang dinilainya cukup bagus di kompetisi Liga 1 lalu. Dia terutama mengaku puas dengan penampilannya di tujuh laga terakhir, hingga  Persela mampu lolos dari zona degradasi. Bahkan tahun depan dia menyatakan  lebih siap karena sudah menemukan ritme permainan terbaiknya. 

‘’Saya tidak mengeluh. Tapi terserah manajemen. Kalau sudah tidak puas dengan penampilan saya, silahkan menghubungi kiper yang lainnya,’’ ucap Dwi Kus. 

Dwi Kus mengaku sudah menahan diri selama dua tahun di Persela. Bahkan,  dia mengklaim, gaji yang diterima lebih kecil dibanding kiper yang baru bergabung, seperti M Ridwan dan Dian Agus. ‘’Saya dua tahun kemarin tidak rewel. Dikasih berapa oke-oke saja. Saya mengerti kondisi di Lamongan seperti apa. Tapi sekarang kalau ada anak baru lebih tinggi?,’’ imbuh Dwi Kus saat dikonfirmasi via ponsel. 

Kiper kelahiran Sidoarjo itu mengaku, saat ini lebih memprioritaskan Persela dibandingkan tim lain. Sebab, Dwi Kus mengaku sudah nyaman bermain dengan Persela. Selain itu, bermain di Lamongan juga bisa lebih dekat dengan keluarga. ‘’Tinggal sedikit saja sih. Tapi ya saya tunggu lah. Kalau saya sih pinginnya di Lamongan,’’ katanya. 

Sampai kapan memberikan waktu kepada Manajemen Persela? Dwi Kus mengaku bakal menunggu hingga seminggu ke depan. Jika tidak ada konfirmasi terkait penawarannya, dia menyatakan bakal membuka diri untuk klub lain di Liga 1. ‘’Tapi kalau gak segitu, ya nggak mungkin lah aku di situ. Kalau monoton segitu saja, ya maaf. Aku masih di Lamongan dan sampai sekarang belum membuka hati untuk tim lainnya,’’ tukas dia. 

Penampilannya yang cukup bagus selama Liga 1 lalu, tidak menutup kemungkinan sejumlah tim menginginkan jasanya. Namun, Dwi Kus enggan membeberkan berapa tim yang sudah mendekatinya. ‘’Kalau pandangan banyak, tapi belum tahu nanti cocoknya dimana dan singgahnya di mana. Kalau jauh ya sekalian jauh, hehehe ......,’’ ucap Dwi Kus. 

Terpisah, salah satu pengurus Persela, Edy Yunan Achmadi mengakui jika manajemen belum menemukan titik temu dengan Dwi Kus. Sebab keputusannya akan dibicarakan dengan Head Coach Persela, Nil Maizar yang dijadwalkan rapat dan pemaparan evaluasi hari ini (10/1). ‘’Yang sudah deal secara lisan dengan Eky Taufik dan M Zaenuri,’’ pungkas Yunan.(ind/feb)

(bj/ind/feb/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia