Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Features
Feri S, Stoper Persela di Liga 2020 (1)

Pernah Ikuti Kejuaraan Voli Tingkat Provinsi

09 Januari 2020, 20: 36: 08 WIB | editor : Amin Fauzie

AWALNYA SUKA VOLI: Feri S yang kontraknya masih berakhir musim 2020.

AWALNYA SUKA VOLI: Feri S yang kontraknya masih berakhir musim 2020. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)

Share this      

Feri Sistianto direkrut Persela pada putaran kedua Liga 1 2019. Stoper 23 tahun itu masih terikat kontrak hingga musim 2020 ini.

INDRA GUNAWAN, Lamongan, Radar Lamongan

Berakhirnya Liga 1 2019 membuat Feri Sistianto kembali bertugas menjadi anggota TNI-AD di Jakarta. Setiap sore, stoper muda Persela itu berlatih bersama rekan-rekannya di Persatuan Sepakbola Angkatan Darat (PSAD).

Latihan itu dilakukan untuk menjaga feeling ball dan sentuhannya.

Debut Feri dimulai ketika Persela menahan imbang tuan rumah Bali United dengan skor 1 - 1 (31/10). Saat itu, dia menjadi stoper bersama Arif Satria karena stoper lainnya, M Zaenuri dan Demerson Bruno Costa tak bisa bermain. 

‘’Di sini (mendapatkan) pengalaman yang sangat berharga. Ada tantangan dan senang bisa mendapatkan kepercayaan dari pelatih,’’ tutur Feri kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (8/1). 

Musim 2020, Feri bakal tetap bertahan di Persela. Sementara rekannya Arif Satria memilih hengkang ke Persebaya Surabaya. Feri berharap kompetisi mendatang bisa membawa Persela menjadi lebih baik. 

‘’Sangat senang karena setelah itu mendapatkan kesan positif dari suporter. Itu membuat rasa percaya diri saya meningkat,'' imbuh stoper berpostur 180 sentimeter (cm) tersebut. 

Di persepakbolaan nasional, Feri mengidolakan Hamka Hamzah. Bagi dia, Hamka merupakan pemain yang tenang, lugas, dan bisa menjadi benteng yang kukuh di lini pertahanan.

Feri senang ketika dirinya diturunkan menghadapi Arema FC yang diperkuat Hamka. Namun, dirinya hanya bisa mengobrol sebentar dengan pemain idolanya tersebut.

Feri merasa sedikit menyesal karena tak mendapatkan kesempatan untuk bertukar kostum dengan Hamka. ‘’Suatu saat ingin menjadi seperti Bang Hamka,'' imbuh stoper kelahiran 1997 tersebut. 

Putra bungsu pasangan Yoyok dan Elvin tersebut memiliki cerita sebelum memantapkan diri di dunia sepakbola. Kedua orang tuanya yang menyukai bola voli lebih mengarahkan Feri menggeluti olahraga dengan aturan permainan menggunakan net tersebut.

Ketika masih duduk di bangku SD, Feri menggemari voli. Bahkan, dia pernah mengikuti kejuaraan voli tingkat provinsi. Namun, semuanya berubah ketika tangan kanannya patah. 

''Waktu sudah sembuh, pasti merasakan sakit kalau digunakan bermain voli,'' kenang stoper kelahiran Desa Cagar, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jabar tersebut. 

Saat duduk di kelas 2 SMP, Feri akhirnya memutuskan untuk menggeluti sepak bola.

(bj/ind/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia