Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa
Polisi Intensif Periksa Saksi 

Pelaku Masih Misterius

06 Januari 2020, 15: 14: 26 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BERKABUNG  :  Bupati  Lamongan,  Fadeli  menyampaikan  sambutan pemberangkatan jenasah Ruwaeni menuju pemakaman.

BERKABUNG : Bupati Lamongan, Fadeli menyampaikan sambutan pemberangkatan jenasah Ruwaeni menuju pemakaman. (Ist/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hingga sore kemarin (5/1) misteri meninggalnya, Ruwaeni,69, ibu mertua Sekkab Lamongan Yuhronur Efendi masih belum terungkap. Polisi belum menetapkan tersangka kasus pembunuhan di Dusun Glogok Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng, Jumat petang (3/1). Mereka masih intensif melakukan menyelidikan dengan memeriksa saksi secara tertutup. 

‘’Sampai saat ini (kemarin, Red) kami masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut,’’ kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Norman Wahyu Hidayat.

Dia mengaku, pihaknya masih melakukan pemeriksaan pemeriksaan saksi secara intensif. Namun dia enggan mengungkapkan jumlah dan identitas saksi yang diperiksa.  ‘’Yang terpenting, semua masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh anggota. Semoga saja pelaku cepat tertangkap,’’ tukasnya.

Terkait informasi adanya seseorang yang diduga ada di dalam rumah korban saat penjaga rumah korban kali pertama mendatangi rumah korban sebelum mengetahui korban terbunuh, Norman mengaku belum mengetahui informasi itu. ‘’Kalau itu saya belum tahu. Garis besarnya, saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan,’’ katanya. 

Berdasarkan sumber di Polres Lamongan, jumlah saksi yang dimintai keterangan mencapai 10 orang hingga kemarin. Sehari sebelumnya baru lima saksi yang dimintai keterangan. Termasuk diantaranya orang yang kos di rumah korban. ‘’Kami masih melakukan pemeriksaan intensif kepada semua saksi. Saya belum bisa mengungkapkan (jumlah saksi),’’ ujar Norman ketika dikonfirmasi terkait jumlah saksi tersebut.

Seperti diberitakan, ibu mertua Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi, Ruwaeni,68, ditemukan meninggal dunia saat masih memakai mukena di musala rumahnya, Jumat petang (3/1). Kali pertama yang mengetahui peristiwa mengenaskan itu yakni Salekan, penjaga rumah korban. Korban meninggal dengan luka di leher dan sayatan di lengan kiri. Dugaan sementara pihak kepolisian, Ruwaeni menjadi korban aksi pencurian dengan pemberatan (curat).

Peristiwa tersebut mendapat perhatian besar masyarakat. Hal itu terlihat pada media sosial (medsos) yang cukup viral. Juga proses pemakaman korban Sabtu pagi (4/1) dipadati masyarakat, termasuk Bupati Lamongan, Fadeli serta jajaran forkopimda Lamongan.

(bj/mal/feb/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia