Rabu, 19 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Tertinggi, PAD Parkir Berlangganan 

05 Januari 2020, 16: 30: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DONGKRAK PAD: Antrean pembayaran pajak kendaraan bermotor yang sekaligus membayar retribusi parkir berlangganan.

DONGKRAK PAD: Antrean pembayaran pajak kendaraan bermotor yang sekaligus membayar retribusi parkir berlangganan. (Yudha Satria A/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Retribusi parkir berlangganan menduduki posisi teratas pendapatan asli daerah (PAD) yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban. Dari total PAD 2019 sebesar Rp 10,19 miliar, sekitar 84 persen atau Rp 8,46 miliar berasal dari retribusi parkir berlangganan. Angka tersebut melebihi target realisasi yang dipasang Pemkab Tuban sebesar Rp 8,29 miliar.

Merujuk data dishub, dari 17 sumber pendapatan, hanya retribusi parkir yang menyentuh miliaran rupiah. Selebihnya juta rupiah. Di antaranya retribusi izin trayek hanya Rp 10,2 juta. Selanjutnya, retribusi jasa mobil penumpang umum (MPU) Rp 4,1 juta, bus Rp 58,2 juta, pikap Rp 461 juta, dan mobil barang Rp 442 juta. Sementara fasilitas ponten di pangkalan truk dan parkir wisata Kebonsari menyumbang PAD Rp 52 juta.

Kepala Dishub Tuban Muji Slamet mengatakan, retribusi parkir berlangganan melebihi target realisasi Pemkab Tuban. Angka kelebihannya sebesar Rp 163 juta. Awalnya, Muji sempat pesimistis bisa menembus target. Sebab, PAD dari retribusi parkir pada 2018 hanya sekitar Rp 7,8 miliar. Sementara Pemkab Tuban menambah target realisasi sebesar Rp 400 juta. ‘’Pendapatan parkir berlangganan tertolong banyak dari pembebasan pajak dan bea balik nama ranmor selama November –- Desember,’’ tuturnya.

Dikatakan mantan camat Soko itu, hingga November, retribusi parkir berlangganan baru mencapai Rp 7,63 miliar. Jumlah tersebut meningkat drastis saat Desember. Retribusi parkir berlangganan pada bulan terakhir tersebut menembus Rp 700 jutaan. Didominasi dari para pembayar pajak kendaraan yang ikut program pemutihan Pemprov Jatim. ‘’Semakin banyak pembayar pajak, maka retribusi parkir berlangganan akan meningkat karena sudah satu paket,’’ ujarnya. 

Muji lebih lanjut mengatakan, pendapatan parkir nonberlangganan atau dari setoran juru parkir (jukir) tidaklah tinggi. Per bulan rata-rata hanya Rp 9 juta. Hingga akhir tahun, pendapatan dari setoran 138 jukir di Tuban hanya sekitar Rp 120 juta. 

Dia memastikan tarif parkir berlangganan tidak akan naik pada tahun ini. Besarannya masih sama. Yakni, Rp 20 ribu untuk sepeda motor, mobil Rp 40 ribu, dan bus Rp 60 ribu. ‘’Tidak ada kenaikan,’’ tegas dia.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia