Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa

Kematian Mertua Sekda, Polisi Periksa Lima Orang 

05 Januari 2020, 14: 35: 38 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DIBERI GARIS POLISI: Sekda Lamongan Yuhronur Efendi di rumah ibu mertuanya Ruwaeni yang dinyatakan meninggal Jumat malam.

DIBERI GARIS POLISI: Sekda Lamongan Yuhronur Efendi di rumah ibu mertuanya Ruwaeni yang dinyatakan meninggal Jumat malam. (Anjar Dwi P/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan -  Sekda Lamongan Yuhronur Efendi berduka. Ibu mertuanya, Ruwaeni, 68, ditemukan bersimbah darah di kediamannya Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng Jumat malam (4/1). Ada luka di leher dan sayatan di tangan kiri.

Banyak spekulasi yang sempat beredar tentang kematian ibu dari Anis Kartika, istrinya Yuhronur, itu. Ada yang mengaitkan – kaitkan dengan menjelang pilkada Lamongan tahun ini. Masalah politik ikut - ikut dikaitkan karena  pilkada lima tahun lalu ada korban penganiayan dari salah satu calon yang maju melalui jalur perseorangan, Mujianto. 

Juga ada yang mengaitkan dengan aksi komplotan perampokan. Namun, polisi menduga motif pelaku tersebut melakukan pencurian dengan kekerasan (curas). 

‘’Setelah kita lakukan identifikasi, korban ada luka di leher dan di tangan. Sementara masih kita lakukan otopsi dan visum luar di RSML. Kita duga ini adalah korban pencurian dengan kekerasan,’’ kata Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Norman Wahyu Hidayat.

Awalnya, penyelidikan kasus ini hanya dilakukan tim Inafis Polres Lamongan. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim  kemudian ikut dilibatkan. Tim tiba di kediaman korban dinihari kemarin (4/12) sekitar pukul 01.00. 

Berdasarkan keterangan dari sumber di Mapolres Lamongan, salah satu penghuni kos diamankan. Informasi dari warga sekitar, pria tersebut bekerja di toko tak jauh dari rumah korban. Dia baru kos di rumah Ruwaeni sekitar tiga hari. 

Selain itu, penjaga rumah tersebut, Salekan, ikut diperiksa. Serta, warga sekitar. Total ada lima orang yang menjalani pemeriksaan hingga kemarin sore. 

Apakah pelaku mengenal korban? ‘’Bisa dibilang begitu (kenal dengan korban). Biarkan kami bekerja dulu,’’ ujar Norman.

(bj/ind/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia