Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa
Di Desa Kabunan, Balen,  26 Ekor Dibunuh

Temukan 5 Ekor Ular Kobra Di Smt

04 Januari 2020, 14: 41: 00 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Temukan 5 Ekor Ular Kobra Di Smt

(ainur ochiem/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro -  Tidak hanya permumikan,  ular kobra juga menyerang kawasan sekolah.  Kemarin (3/1) ditemukan empat ekor anakan kobra di lingkup SMA Model Terpadu Bojonegoro. Temuan ular berbisa itu saat giat bersih di lingkup sekolah turut wilayah Desa Sukowati,  Kecamatan Kapas.

Empat ekor anakan ular kobra dengan panjang sekitar 30 sentimeter (cm) sekitar pukul 14.00. Salah satu siswa SMA Model Terpadu Bojo­negoro, Habib mengatakan sejak Kamis (2/1) juga telah menemukan satu ekor anakan ular kobra di area hala­man sekolahnya.

“Awalnya Kamis lalu itu saya menemukan satu ekor ular kobra. Lalu saya masukkan botol dan saya buang. Kemudian tadi (kemarin) menemukan empat ekor lagi,” ujarnya.

SISIR LOKASI: Petugas ketika mencari ular yang memasuki kawasan SMAN Model Terpadu.

SISIR LOKASI: Petugas ketika mencari ular yang memasuki kawasan SMAN Model Terpadu. (Bhagas Dhani P/ Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Karena merasa resah, Habib bersama siswa lainnya didampingi guru serta satpam sekolah menghubungi tim penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro. Sehingga pihak damkar melakukan penyi­siran atau sweeping di lingkup sekolah. Dan ditemukan satu ekor ular kobra lagi.

Salah satu anggota tim penye­lamatan Dinas Damkar Bojonegoro, Raya Hari  mengimbau apabila mengetahui ada ular kobra lagi hendaknya segera melapor pihak damkar. Ia memperingatkan agar jangan nekat mengevakuasi sendiri, kecuali sudah memiliki keahlian serta menggunakan alat pelin­dung diri (APD).

“Yang dibutuhkan bukan hanya keberanian, tetapi juga kehati-hatian ketika mengevakuasi ular kobra,” ujarnya usai mengevakuasi empat ekor anakan ular kobra tersebut.

Di hari yang sama, sekitar pukul 09.00 laporan ular masuk rumah milik Djuprianto, warga Desa Campurejo,  Kecamatan Bojo­negoro Kota. Namun kali ini, bukan ular kobra (naja sputatrix), melainkan ular jali  (ptyas korros). Dilaporkan ada tiga ekor ular jali di dalam rumah tersebut, dua ekor telah dibunuh pemilik rumah dan satu ekor lagi kabur dan belum ditemukan petugas.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro  Teguh Haris, bahwa ular suka bersembunyi di tumpukan barang-barang bekas. Karena itu, edukasi hidup bersih sangat diperlukan. Suhu ruangan hangat dan cenderung lembab sangat disukai ular, jadi sebisa mungkin untuk rutin mem­bersihkan rumah.

“Ular selalu mencari tempat bersembunyi, untuk membuat sarang bertelur, jadi upayakan kondisi rumah itu bersih,” katanya.

Sementara itu, perlu diketahui sejak Desember 2019 lalu, tim penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro sudah terima laporan terkait ular kobra masuk permu­kiman warga. Di antaranya Kecamatan Dander, Bojonegoro Kota, Baureno, dan Balen.

Bahkan, sejak 28 Desember 2019 lalu, tiga rumah milik warga Desa Kabunan, Kecamatan Balen, telah disatroni 26 ekor anakan ular kobra dan semuanya dibunuh warga setempat. Selain itu, ada 2 ekor ular kobra berhasil die­vakuasi pihak damkar di rumah milik Zainul Muttakin, 42, selaku Kepala Dusun (Kasun) Desa Kabunan, Kamis lalu (2/1).

“Tiga warga Desa Kabunan Kecamatan Balen itu di antaranya Samian, 45; Supinah, 50; dan Dulah, 53,” bebernya.

Alasan utama 26 ekor anakan ular kobra itu dibunuh warga tentu karena ketakutan. Hingga kini, warga resah, karena belum menemukan indukannya, masih ada kemungkinan berkembang biak lagi.

Kemudian petugas damkar juga hendak mengevakuasi satu ekor ular kobra di rumah Nunik, 45, warga Dusun Mongkrong, Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kamis lalu. Namun, satu ekor ular kobra tersebut berhasil kabur masuk ke dalam septic tank.

Meningkatnya populasi ular juga disebabkan makin menipisnya populasi predator alami ular. Seperti biawak, musang, atau burung elang. (bgs/rij)

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia