Rabu, 19 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Sport
PETANGUE

Tak Dipertandingkan di PON, Puslatda Jalan Terus

03 Januari 2020, 16: 16: 55 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MEDALI DI BALI : Atlet Petanque asal Mantup, Edgar Dany (tengah) saat menerima medali perak di Kejurnas Bali mewakili Jatim.

MEDALI DI BALI : Atlet Petanque asal Mantup, Edgar Dany (tengah) saat menerima medali perak di Kejurnas Bali mewakili Jatim.

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Cabang olahraga (Cabor) Petanque dan 12 cabor lainnya resmi tidak dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun ini. Penyebabnya, Papua tidak memiliki venue untuk mempertandingkan olahraga tersebut. Namun pengurus Cabor Petangue dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim) hingga kemarin (2/1) masih melobi agar 13 Cabor tersebut tetap dilombakan. 

‘’Karena kontingen Jatim memiliki banyak potensi medali dan tidak ingin terjadi disorientasi pembinaan. Termasuk ada satu pelatih dan enam atlet Petanque dari Lamongan yang memperkuat Jatim,’’ kata Asisten pelatih puslatda Petangue Jatim, Robby Aufar Rizky.  

Namun, lanjut dia, jika Cabor Petangue tetap tidak bisa dipertandingkan di PON Papua, pembinaan atlet cabor itu akan masih tetap berjalan.

‘’Puslatda masih jalan. Latihannya setiap hari Senin sampai Jumat. Dan Insyaallah masih akan mengikuti turnamen-turnamen lainnya,’’ ucapnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Pelatih Petangue asal Lamongan itu mengungkapkan, pekan lalu Tim Petanque Jatim usai mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Petanque antar Provinsi di Bali pada 27 hingga 29 Desember . Hasilnya, dua atlet petanque asal Lamongan menyumbangkan satu medali perak dan satu medali perunggu bagi Jatim. Yakni Edgar Dany juara 2 di nomor triple man dan Enjelita Ferlinasari juara 3 di nomor shooting putra-putri. 

‘’Jatim total mendapat satu medali perak dan dua medali perunggu. Secara umum kami menduduki peringkat ke dua. Padahal target sebelumnya menjadi juara umum seperti dalam turnamen terbuka di Solo,’’ ungkapnya.

Menurut pria asli Kecamatan Mantup ini, para atlet membutuhkan pembenahan mental bertanding. Pasalnya, ketika menghadapi partai final mereka sering merasa tertekan. Apalagi pada Februari nanti, Tim Petanque Jatim akan kembali mengikuti turnamen di Kota Semarang. 

(bj/din/feb/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia