Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Bunga Mati Harus Diganti

28 Desember 2019, 14: 37: 10 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MENGERING: Beragam bunga mengering di vertical garden barat Alun-Alun Bojonegoro, Kamis (26/12).

MENGERING: Beragam bunga mengering di vertical garden barat Alun-Alun Bojonegoro, Kamis (26/12). (Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Penyelesaian vertical garden (taman tegak) dinantikan di akhir tahun. Ada 10 titik vertical garden yang dibangun di kawasan perkotaan. Namun, dari beberapa bunga yang telah ditanam di vertical garden, sudah mulai banyak yang mati. 

Sehingga, keindahan dari taman tegak itu belum tampak. Masih membutuhkan pembenahan lagi. ’’Memang banyak yang mati, tetap menjadi tanggung jawab OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,’’ kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Masirin kemarin (27/12).

Masirin mengatakan, vertical garden diproyeksikan bisa mempercantik tata kota. Selain itu juga untuk menahan panas di seputar kota. Serta meredam polusi udara dan kebisingan suara kendaraan.

Sehingga, taman tersebut dipasang di beberapa sudut kota. Selain agar wajah kota lebih cantik, juga bisa membuat pengguna jalan lebih nyaman. ’’Tapi, setelah dipasang, bunga di taman tegak itu mulai banyak yang mati,’’ ujar dia.

’’Yang mati harus diganti,’’ tandas pria yang sebelumnya mantan kabag pembangunan itu.

Menurut dia, bunga yang mati di vertical garden bukan hanya bersumber dari laporan masyarakat. Namun, PNS asal Kecamatan Malo itu mengaku mengetahui sendiri. Sehingga, harus segera ditindaklanjuti.

Sesuai data yang dihimpun, jumlah proyek pembangunan taman tahun ini 18 paket. Tersebar di beberapa titik jalan protokol kota setempat. Setiap titik, pagu anggarannya sekitar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta.

(bj/msu/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia