Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Andreas Wahyono dan 8 Napi Terima Remisi Natal

25 Desember 2019, 15: 47: 02 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DAPAT DISKON:Andreas Wahyono saat menjalani pemeriksaan di kejari. Hari Natal ini, terpidana korupsi ini terima remisi.

DAPAT DISKON:Andreas Wahyono saat menjalani pemeriksaan di kejari. Hari Natal ini, terpidana korupsi ini terima remisi. (Bhagas Dhani P/ Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Perayaan Hari Raya Natal hari ini (25/12) menjadi berkah tersendiri bagi narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro yang beragama Kristen atau Katolik. Ada sembilan narapidana mendapatkan remisi hari besar keagamaan.

Salah satu narapidana yang mendapat remisi, yakni Andreas Wahyono. Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Bojonegoro yang terseret korupsi dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan (DPMLUEP). 

Kasubsi Registrasi Lapas Bojonegoro Hermin Prihantono mengatakan, ada 9 dari 14 narapidana beragama Kristen atau Katolik yang memperoleh remisi (pengurangan masa pidana). Sembilan orang meliputi narapidana korupsi, narkotika, dan umum. 

Hermin, sapaan akrabnya, mengatakan, surat keputusan (SK) remisi itu akan diberikan kepada sembilan narapidana secara simbolis besok Kamis (26/12). Saat dikonfirmasi, ia mengaku tidak hafal secara detail besaran remisi tiap narapidana tersebut.

Namun, ia menjelaskan bahwa ada dua jenis remisi, yakni remisi umum ketika Hari Kemerdekaan RI dan remisi khusus ketika hari besar keagamaan. Besaran remisinya juga tergantung pada lama menjalani masa pidananya. Persyaratan mendapat remisi juga berbeda antara narapidana umum dengan narapidana korupsi.

“Kalau narapidana umum secara garis besar harus berkelakuan baik. Tidak pernah kena hukuman disiplin, dan rajin ikut program pembinaan. Kalau narapidana korupsi baru bisa peroleh remisi kalau sudah membayar denda dan uang pengganti,” beber dia.

Apabila narapidana sesuai persyaratan dan telah menjalani masa pidana selama 6-12 bulan, bisa memperoleh remisi umum satu bulan. Sedangkan, remisi khusus 15 hari. Apabila sudah lebih dari satu tahun bisa peroleh remisi dua bulan, lalu tahun kedua bisa peroleh remisi tiga bulan, dan seterusnya.

“Kalau remisi khusus besarannya tahun pertama hingga ketiga dapat remisi satu bulan. Tahun keempat hingga kelima dapat remisi 1 bulan 15 hari. Tahun keenam dan seterusnya dapat remisi dua bulan,” terangnya.

Ia mencontohkan, Andreas Wahyono telah membayar denda Rp 200 juta ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro pada 8 Oktober 2019 lalu. Sehingga, Andreas Wahyono layak mendapat remisi saat Hari Natal ini.

“Jadi, hanya satu narapidana korupsi yang terima remisi, sisanya ada 13 narapidana korupsi itu bisa terima remisi kalau sudah bayar denda dan menyesuaikan hari besar keagamaannya atau hari kemerdekaan,” tambahnya. (bgs/rij)

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia