Senin, 20 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Sport

Butuh Empat Pelatih Berlisensi C AFC

15 Desember 2019, 11: 11: 11 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BUTUH KOLEGA: Yanuar Andika, satu-satunya pelatih lokal berlisensi C AFC. Tahun depan, Askab setempat berencana menambah empat pelatih berlisensi sama.

BUTUH KOLEGA: Yanuar Andika, satu-satunya pelatih lokal berlisensi C AFC. Tahun depan, Askab setempat berencana menambah empat pelatih berlisensi sama. (Ist/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sejumlah elemen di dunia persepakbolaan Bojonegoro masih perlu ditingkatkan. Khususnya kepelatihan. Padahal, sentuhan dingin pelatih dapat mengeluarkan potensi seorang pesepakbola andal layaknya Samsul Arif, Novan Setya, hingga Hanis Saghara.

Anggota Executive Commitee (Exco) Askab PSSI Bojonegoro Hanafi mengatakan, saat ini lisensi kepelatihan tertinggi di Kota Ledre hanya C AFC. Itu pun hanya satu. Yakni, dimiliki Yanuar Andika, eks asisten pelatih tim sepak bola Porprov Bojonegoro 2019 dan pelatih Bojonegoro FC pada Liga 3 Jatim 2019.

Mengacu aturan AFC terkait piramida lisensi kepelatihan di PSSI, terang dia, meliputi lima tingkatan. Paling rendah lisensi D Nasional, C AFC, B AFC, A AFC, dan AFC Pro. 

''Memang kita masih kekurangan pelatih berlisensi C AFC. Kalau pelatih berlisensi D Nasional sudah banyak. Jumlahnya sekitar 30 orang,'' katanya.

Idealnya, lanjut Hanafi, Bojonegoro membutuhkan lima pelatih berlisensi C AFC. Dia berharap kekurangan tersebut bisa terealisasi tahun depan.

''Tahun depan kita berencana menaikkan pelatih lisensi D Nasional ke C AFC,'' ujar dia.

Untuk peminatnya, menurut dia, sudah ada. Hanya saja terkendala biaya administrasi. Itu karena besarnya biaya pengambilan lisensi tersebut sekitar Rp 7,5 juta. Karena itu, Askab PSSI sekarang ini tengah mengajukan anggaran kepada pemkab setempat terkait pembiayaan tersebut.

"Ini masih berproses. Lihat saja ke depannya," tuturnya.

Menurut Hanafi, sosok pelatih lokal berlisensi C AFC cukup krusial. Kaitannya dengan pembinaan pesepakbola muda. Sebab, klub yang mengikuti turnamen usia dini sekelas Piala Soeratin hingga Liga 3  minimal harus dinakhodai pelatih lisensi C AFC. "Akibatnya saat Piala Soeratin kemarin menggunakan pelatih dari luar daerah," imbuh dia.(dny/ds)

(bj/dny/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia