Selasa, 21 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Serapan APBD Masih Belum 50 Persen

15 Desember 2019, 10: 37: 11 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PENYEBAB PENYERAPAN BELUM MAKSIMAL: Salah satu proyek yang belum mengajukan pencairan anggaran karena pengerjaannya belum selesai.

PENYEBAB PENYERAPAN BELUM MAKSIMAL: Salah satu proyek yang belum mengajukan pencairan anggaran karena pengerjaannya belum selesai. (Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Serapan APBD Bojonegoro  hingga paro bulan terakhir di 2019 masih rendah. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro mencatat serapan anggaran belum mencapai 50 persen. 

Plt Kepala BPKAD Bojonegoro Luluk Alifah menjelaskan, penyerapan anggaran terakhir 20 Desember. Batas waktu itu sesuai surat edaran dari bupati setempat. ‘’Jadi, 20 Desember semua berkas sudah harus masuk ke kita (BPKAD),’’ ujarnya.

Mantan camat Baureno itu menjelaskan, pengajuan sebelum 20 Desember tersebut untuk mengantisipasi adanya kekurangan. Sehingga, bisa dilakukan perbaikan atau dilengkapi. Jika sudah melewati 20 Desember dan ada yang kurang, maka tetap bisa diperbaiki kekurangannya. Namun, ada syaratnya. ‘’Harus mendapatkan nota dinas bupati. Tanpa itu tidak bisa diproses,’’ ujar Luluk.

Karena itu, dia meminta kepala orgaisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan semua kegiatan. Termasuk proyek-proyek fisik. Sehingga, tidak terjadi gagal bayar seperti tahun lalu. ‘’Harus dipercepat agar bisa segera bisa diproses,’’ jelasnya.

Luluk menambahkan, proyek fisik belum banyak yang mengajukan pencairan. Padahal, batas waktu pencairan kian mepet. ‘’Mungkin minggu depan sudah mulai banyak yang mengajukan,’’ jelasnya.

Belum banyaknya proyek fisik yang mengajukan pencairan membuat penyerapan belum maksimal. Hingga kemarin (14/12), APBD yang belum terserap mencapai 52 persen.

‘’Kisaran 48 persen itu (yang terserap),’’ jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD Lasuri menyayangkan minimnya serapan APBD itu. Jika sampai tidak terserap, maka akan menjadi sisa lebih pembiayaan (silpa) di tahun depan. ‘’Kalau per hari ini (kemarin) masih 48 persen, silpanya bisa sangat besar,’’ jelasnya.

Tahun ini APBD Bojonegoro mencapai Rp 7,1 triliun. Jumlah yang terserap di kisaran Rp 3 triliun. ‘’Bisa jadi silpa tahun ini lebih besar dibanding tahun lalu,’’ ujarnya.

Tahun lalu, silpa APBD mencapai Rp 2,1 triliun. Silpa itu baru digunakan pada APBD Perubahan tahun ini. 

Sekretaris Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Bojonegoro Alfan Afandi mengatakan, hingga kini sejumlah proyek kontruksi pemkab masih ada yang belum selesai. Bahkan, proyek-proyek itu terencam tidak selesai hingga akhir tahun ini. ‘’Ada beberapa yang belum selesai. Terutama jalan,’’ kata Alfan kemarin.

Dia memerkirakan proyek-proyek itu masih bisa dikerjakan hingga lewat tahun. Namun, kontraktor yang mengerjakan akan dikenakan denda yang tidak ringan. ‘’Denda itu akan dihitung harian,’’ tutur pria asli Bojonegoro itu. (zim/yan)

(bj/zim/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia