Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Bawa Miras, Agya Diamankan

13 Desember 2019, 17: 14: 31 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DIAMANKAN: Mobil yang mengangkut miras diamankan petugas. 

DIAMANKAN: Mobil yang mengangkut miras diamankan petugas.  (Gamal Ayatolah/ Jawa Pos radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Polres Lamongan mengamankan mobil Agya putih S 1726 HR kemarin  (12/12) siang di Kecamatan Babat. Sebab, mobil tersebut mengangkut 9 jiriken toak dengan ukuran 215 liter per jiriken.

Minuman keras (miras) itu hendak dibawa Kasmirun, 52, asal Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Tuban ke wilayah Ngimbang. 

‘’Ditemukan arak dan toak,’’ kata Kasatsabhara Polres Lamongan, AKP Fadelan.

Menurut dia, kali pertama anggotanya melakukan patroli dan mendapatkan informasi dari masyarakat adanya pengiriman minuman keras. Mobil yang dicurigai diberhentikan petugas. 

Ternyata benar, mobil itu membawa toak yang ditutup menggunakan terpal biru. ‘’Terpal tersebut digunakan untuk mengelabuhi petugas agar tidak dilakukan penangkapan,’’ tuturnya. 

Selain itu, petugas juga melakukan razia di dua warung di Kelurahan Sidoharjo, Lamongan. Hasilnya, ditemukan 18 botol minuman keras berbentuk arak. Rinciannya, warung pertama menemukan 6 botol berisi 1,5 liter arak. Warung kedua, 12 botol minuman arak. 

‘’Pemilik warung sendiri juga tak mempunyai izin. Hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,’’ katanya. 

Seperti diberitakan, diduga akibat pesta miras, Heru Susanto, 40, warga Desa Priyoso Guci, Kecamatan Karangbinangun, mengalami sakit perut. Nyawa dia akhirnya tidak tertolong. 

Khairun, sekretaris Desa Priyoso Guci, mengatakan, Heru minum minuman keras Sabtu (7/12) pukul 15.00 bersama enam temannya di gubuk di desa setempat. Pesta miras berlanjut keesokan harinya (8/12) pukul 19.00 hingga dinihari. 

Senin (9/12), korban beraktivitas di rumah. Selasa (10/12) pukul 19.00, korban mengeluhkan sakit perut. Dia lalu dibawa ke Rumah Sakit Intan Medika Glagah. 

‘’Korban langsung saya bawa ke rumah sakit saja karena mengeluhkan rasa sakit pada perutnya, terasa panas,’’ jelasnya.

Korban sempat mendapatkan perawatan. Namun, sekitar pukul 22.00, Heru dinyatakan petugas rumah sakit meninggal. 

‘’Setelah (Heru) meninggal, dua temannya  bernama Nuriman, 27, dan Rudi Suhartian, 27, menyusul masuk Rumah Sakit Intan Medika (Selasa malam), ’’ jelasnya.

Hingga Rabu, keduanya masih mendapatkan perawatan medis. Saat ditelusuri, Khairun mendapatkan informasi pesta minum diikuti tujuh orang. Empat orang lainnya hingga kini tidak mengalami keluhan.

‘’Kondisi saya sudah lumayan enak, tapi tetap saja masih muntah,’’ kata Nuriman saat ditemui Jawa Pos Radar Lamongan di Rumah Sakit Intan Medika. (mal/yan) 

(bj/mal/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia