Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa
Kerahkan Empat Armada PMK, Polres Beri Bantua

Toko Elektronik Terbakar 

13 Desember 2019, 17: 05: 58 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

ASAP MENGHITAM: Toko elektronik yang mengalami kebakaran kemarin petang. Hingga pukul 20.00, api belum dapat dipadamkan. 

ASAP MENGHITAM: Toko elektronik yang mengalami kebakaran kemarin petang. Hingga pukul 20.00, api belum dapat dipadamkan.  (Anjar Dwi P/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Kebakaran terjadi di toko elektronik di Jalan Soewoko, Lamongan kemarin (12/12) sekitar pukul 17.00. Besarnya api di lantai dua toko tersebut membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra untuk bisa memadamkannya. 

Hingga berita ini ditulis pukul 20.00, petugas pemadam kebakaran belum berhasil memadamkan api. Meskipun empat armada sudah dikerahkan. 

''Selain mengerahkan armada di kota, kami juga mengerahkan armada dari PMK Babat dan Ngimbang,'' tutur Kepala UPT PMK Lamongan Rusdianto kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Informasi yang diperoleh wartawan koran ini, lantai dua toko tersebut merupakan gudang. Barang - barang yang terbakar membuat api membesar dan sulit dipadamkan. Belum diketahui pasti nilai kerugian akibat kebakaran tersebut. 

''Kita belum bisa menghitung karena masih fokus pemadaman,'' ujar Rusdianto. 

Bahkan, untuk memercepat pemadaman, satu armada water canon Polres Lamongan ikut dikerahkan. Armada yang ada berbagi tugas. Water canon menyemprotkan air dari depan toko. Sedangkan armada PMK menyemprot dari belakang toko. Sementara pegawai toko bahu-membahu mengevakuasi barang-barang dagangan yang masih bisa diselamatkan menggunakan tiga pikap. Petugas juga masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.  

Bangunan toko itu tidak hanya berhimpitan dengan rumah warga. Belakang toko merupakan bangunan SMPN 1 Lamongan. Petugas menjaga agar api tak merambat kebangunan lainnya.  ''Kita masih berupaya keras untuk memadamkan,'' kata Rusdianto sembari bergegas mengatur armada dan petugas PMK. 

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Lamongan Khoirul Anam ikut memantau bangunan sekolahnya yang dekat dengan toko elektronik itu. Dia menyatakan, bangunan SMPN 1 Lamongan yang berhimpitan merupakan bangunan baru. 

''Semoga saja aman,'' katanya saat berada di lokasi. 

Yuwanti, warga sekitar lokasi kejadian, mengatakan, asap kali pertama terlihat dari belakang. Saat itu belum terlihat api. Namun, toko masih buka. Karyawan yang mengetahui adanya api kemudian berusaha memadamkan dengan alat seadanya. Berdasarkan keterangan karyawan toko, lanjut dia, penyebab kebakaran diduga korsleting. ‘’Sebelum maghrib terlihat asap dari atas,’’ katanya.

(bj/ind/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia