Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Diagendakan Diresmikan Presiden

Groundbreaking Kilang Ditarget Maret?

12 Desember 2019, 15: 32: 02 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BELUM KLIR: Lahan di Desa  Sumurgeneng, Kecamatan Wadung yang masih dalam proses pembebasan lahan.

BELUM KLIR: Lahan di Desa  Sumurgeneng, Kecamatan Wadung yang masih dalam proses pembebasan lahan. (Yudha Satria A/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Setelah tim appraisal dipastikan turun ke lapangan bulan ini, beredar kabar bahwa groundbreaking atau peletakan batu pertama kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban diagendakan Maret 2020. Rencananya, peletakan batu pertama dilakukan Presiden Joko Widodo. 

Sinyal peresmian kilang tersebut disampaikan Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono pada acara Ngobrol Pintar (Ngopi) bareng PT Pertamina Rosneft dan Surveyor Indonesia (SI) di halaman mapolres setempat Jumat (6/12) malam pekan lalu. 

Nanang mengatakan, pengamanan harus ditingkatkan menjelang kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut pada Maret. ‘’Sebelum Maret pengamanan harus sudah klir,’’ tegas dia.

Dikonfirmasi terkait kepastian groundbreaking yang tinggal tiga bulan, Project Coordinator Kilang GRR Kadek Ambara Jaya enggan berkomentar. Dia mengaku belum tahu persis kabar tersebut dan hanya berharap seluruh proses pembebasan lahan berjalan lancar tanpa kendala. ‘’Saya tidak bisa bilang belum pasti atau sudah pasti (terkait kabar peresmian kilang oleh presiden pada Maret). Jangan sampai nanti saya salah menjawab,’’ kata dia melalui pesan pendek. 

Ketua Tim Pembebasan Lahan Ganang Anindito mengaku pihaknya belum bisa memastikan kapan groundbreaking dilakukan. Dia hanya menargetkan pengukuran dan pemasangan patok selesai secepatnya. Sementara penilaian tim appraisal atau penaksir pada tahap pertama sudah dijadwalkan akan dilakukan mulai pekan depan. ‘’Kabarnya begitu (Maret groundbreaking kilang), makanya sebelum presiden datang kami targetkan harus klir semuanya,’’ ujarnya. 

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tuban itu menambahkan, tim appraisal dipastikan mulai turun pekan ini untuk mendata lahan yang sudah dipatok. Hingga kemarin (11/12) sebanyak 619 bidang dari total 1.135 bidang sudah diukur ulang. Itu berarti masih kurang 516 bidang yang belum terukur oleh tim pengadaan lahan. ‘’Info dari teman-teman di lapangan, pengukuran terus dilakukan dan bertambah. Tapi belum semuanya masuk data,’’ terang dia.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia