Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Awas Baliho Ambruk!

12 Desember 2019, 15: 28: 24 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

NYARIS TUMBANG: Papan baliho di jalan nasional di Desa/Kecamatan Widang yang diterjang angin puting beliung kemarin (11/12).

NYARIS TUMBANG: Papan baliho di jalan nasional di Desa/Kecamatan Widang yang diterjang angin puting beliung kemarin (11/12). (Yudha Satria A/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Potensi angin puting beliung diprediksi masih berlanjut hingga triwulan pertama tahun depan. Setelah Kecamatan Parengan, Senori, Soko, dan Rengel, kemarin (11/12) giliran Kecamatan Widang yang diobrak-abrik angin ribut. Hujan yang berlangsung pada pukul 14.30 –- 14.45 tersebut mengakibatkan robohnya puluhan pohon penghijauan. Sementara belasan rumah rusak ringan – berat. 

Kapolsek Widang AKP Totok Wijanarko mengatakan, berdasarkan pendataan polsek, angin puting beliung menerjang empat desa. Yakni Widang, Ngadirejo, Patihan, dan Bunut. Terparah, Widang. Di desa ini tercatat enam rumah rusak ringan dan berat. 

Baliho raksasa berukuran 2 x 3 meter di pinggir jalan nasional di desa setempat juga nyaris ambruk. ‘’Tidak ada korban jiwa, sementara kerugian materiil masih didata,’’ tuturnya.

Mantan kapolsek Singgahan itu mengatakan, listrik di Desa Patihan dan sekitarnya sempat padam karena beberapa tiang listrik roboh setelah ditimpa beberapa pohon. Sementara sejumlah atap rumah diterbangkan angin. ‘’Salah satu yang membahayakan saat angin ribut adalah robohnya papan reklame dan pohon penghijauan di pinggir jalan. Jadi wajib ekstra waspada,’’ tegas dia. 

Kasi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Gendut mengatakan, sampai pukul 17.00, institusinya baru menerima laporan angin ribut di Plumpang, Widang, dan Parengan. ‘’Kerugian materiil sebagian besar karena atap yang diterbangkan angin dan ditimpa pohon. Belum terdata adanya rumah roboh,’’ terang dia.

Gendut menyampaikan, sejak beberapa pekan terakhir, banyak informasi hoax atau kabar bohong terkait puting beliung yang beredar di medsos. Biasanya, para penebar hoax tersebut menyebar foto kejadian lama dan dikemas seolah-olah peristiwa yang baru terjadi. ‘’Banyak informasi beredar terkait puting beliung, tapi setelah kami cek ternyata kabar bohong. Ini yang patut diwaspadai,’’ tegas dia.(yud/ds)

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia