alexametrics
Kamis, 09 Apr 2020
radarbojonegoro
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Soeyono Terbukti Kemplang PBB, Totok Terbukti

Eks Kades dan Oknum ASN Divonis Dua Tahun

12 Desember 2019, 14: 46: 43 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MENUJU SIDANG: Soeyono Hadi masuk ke mobil menuju PN Tipikor Surabaya. Di belakangnya, Totok Sudarminto juga sidang vonis.

MENUJU SIDANG: Soeyono Hadi masuk ke mobil menuju PN Tipikor Surabaya. Di belakangnya, Totok Sudarminto juga sidang vonis.

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Soeyono Hadi, aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Kapas, divonis pidana penjara dua tahun. Sidang digelar kemarin (11/12) di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya itu, Soeyono terbukti melakukan penyelewengan uang pajak bumi dan bangunan (PBB) Kecamatan Kapas 2014-2015.

Memakai kemeja batik, Soeyono Hadi yang menjalani sidang itu juga divonis pidana denda Rp 50 juta subsider kurungan 2 bulan. Tim jaksa penuntut umum (JPU) kejaksaan negeri (kejari) belum memastikan upaya banding atas vonis pidana penjara dua tahun tersebut.

Vonis diterima Soeyono Hadi ini lebih rendah dibanding sidang tuntutan. Sidang sebelumnya, tim JPU menuntut Soeyono dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan. Dan pidana denda Rp 150 juta subsider pidana kurungan 3 bulan. 

“JPU masih pikir-pikir selama tujuh hari ke depan. Kami rapatkan dulu dengan tim JPU untuk selanjutnya mengajukan banding atau tidak,” ujar Dekri Wahyudi, salah satu tim JPU kemarin.

Selain itu, Soeyono juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 75 juta. Karena sebelumnya terdakwa sudah pernah membayar Rp 271 juta. Jika terpidana tidak sanggup membayar uang pengganti tersebut selama satu bulan setelah inkracht (berkekuatan hukum tetap), maka harta bendanya akan disita untuk menutupi uang pengganti. 

“Apabila tidak memiliki harta benda, terpidana wajib mengganti dengan pidana penjara tiga bulan,” ungkap dia.

Di tempat terpisah, eks Kepala Desa (Kades) Pragelan Kecamatan Gondang Totok Sudarminto juga menjalani sidang putusan dugaan korupsi APBDes 2016. Sidang digelar kemarin, terdakwa juga berstatus ASN ini divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim PN Tipikor Surabaya.

Vonis pidana diterima Totok ini jauh lebih rendah dibanding tuntutan. Sidang sebelumnya, tim JPU menuntut pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda Rp 200 juta subsider pidana kurungan 6 bulan. 

“Vonis pidana penjara serta denda Totok Sudarminto sama dengan Soeyono Hadi (dua tahun). Bedanya hanya Totok Sudarminto sudah membayar uang pengganti kerugian negara,” ungkap dia. (bgs/rij)

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia