Senin, 17 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Atap Stan Taman Rajekwesi Ambruk

Waspada hingga Akhir Desember

Dinding Gedung Tujuh Lantai Pemkab Rusak

12 Desember 2019, 14: 43: 38 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

AMBRUK: Kondisi stan dan halaman Taman Rajekwesi akibat hujan disertai angin kencang kemarin (11/12).

AMBRUK: Kondisi stan dan halaman Taman Rajekwesi akibat hujan disertai angin kencang kemarin (11/12). (CHAHYA SYLVIANITA/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Potensi hujan deras disertai angin kencang masih menghantui. Berdasar prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, kondisi ini diperkirakan masih terjadi hingga akhir Desember mendatang.

’’Diharap seluruh masyarakat Bojonegoro untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Apalagi saat musim penghujan mendatang,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Umar Ghoni tadi malam (11/12).

Hujan deras disertai angin kencang sekitar pukul 14.30 kemarin kembali memorakporandakan Kota Ledre. Terjangan angin kencang itu terjadi di 17 desa, tersebar di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Kota, Kapas, Kanor, dan Baureno.

Angin kencang itu mengakibatkan tiga kerusakan kantor pemerintahan. Seperti lapisan dinding gedung tujuh lantai Pemkab Bojonegoro, atap galvalum dinas pendidikan, dan kantor Kecamatan Kota.

Angin juga mengakibatkan 12 rumah rusak. Juga, 17 pohon penghijauan tumbang. Meliputi di Jalan Gajah Mada, Jalan Rajawali, Jalan AKBP M. Soeroko, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Rajekwesi, dan Jalan Diponegoro. 

Angin tiba disertai hujan deras itu juga mengagetkan warga di sekitar stan Taman Rajekwesi. Atap dan teras stan tersebut ambruk. Beberapa stan rusak. Kerusakan juga terjadi di kawasan stan di lapangan Desa Sukorejo.

’’Selain puluhan ranting serta pohon patah, tercatat hampir 17 pohon tumbang. Beruntung tidak ada korban jiwa,” ungkap mantan sekretaris dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana (P3A dan KB).

Sementara itu, kerusakan parah menimpa stan Taman Rajekwesi. Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, delapan stan berada di sisi selatan mengalami kerusakan parah pada bagian atap. Sedangkan, atap teras sisi selatan ambruk.

Salah satu pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku sedih atas kejadian itu, karena tepat saat bersiap membuka warung. Angin kencang disertai hujan membuat semua perabotan dagangannya pecah. 

’’Siang sudah di sini. Bolak-balik persiapan buka lapak. Tapi menjelang sore kira-kira pukul 14.10 hujan angin. Atap kios pada ambruk semua,’’ ucapnya dengan wajah sedih sambil duduk.

Murningsih, salah satu warga sekitar Taman Rajekwesi mengaku bergegas ke lokasi saat mengetahui atas rusak stan ambruk. Menurut pantauannya, kerusakan tidak hanya atap Taman Rajekwesi dan delapan kios. Namun, pedagang kaki lima (PKL) yang direlokasi ke dalam taman juga terdampak.

Umar Ghoni melanjutkan, pihaknya masih mengumpulkan data lebih lanjut sekaligus taksir kerugian materielnya. ’’Data tersebut masih sementara. Lainnya menyusul,” ucap dia.

Dia mengimbau jika mendapati hujan deras disertai angin kencang agar tidak berada di dalam rumah atau di dekat pintu. Carilah tempat aman atau bagian rumah yang kukuh. Selain itu pengguna jalan agar berhenti sejenak dengan memperhatikan tempat berteduh. 

’’Hindari di bawah pohon atau tiang dan papan reklame,” tuturnya.

(bj/cs /dny/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia