Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Tikus Mengganas di Awal Tanam

11 Desember 2019, 16: 51: 27 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

GEREBEK TIKUS : Anggota Kodim 0812 Lamongan, petugas Pertanian dan PWI Lamongan ikut memasang racun tikus bersama petani di Desa Paji, Kecamatan Pucuk.

GEREBEK TIKUS : Anggota Kodim 0812 Lamongan, petugas Pertanian dan PWI Lamongan ikut memasang racun tikus bersama petani di Desa Paji, Kecamatan Pucuk. (GAMAL AYATULLAH/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tantangan petani di Lamongan cukup berat pada awal musim tanam saat ini. Selain harus menghadapi kondisi cuaca yang tak menentu, juga menghadapi serangan hama tikus yang cukup berat. 

‘’Serangan tikus musim ini sangat berat dibanding tahun-tahun sebelumnya,’’ kata Kepala Desa Paji, Kecamatan Pucuk, Yation Aris Subiyanto, kemarin (10/12).

Menurut dia, setiap petak sawah bisa terdapat hingga 40 lubang tikus. Satu lubang dipastikan terdapat lebih dari tiga ekor tikur. ‘’Biasanya hama tikus itu keluar malam hari dan memakan apa saja di sawah. Termasuk benih yang baru ditanam,’’ jelasnya.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Lamongan, Anton Sujarwo, menyatakan, Kecamatan Pucuk merupakan wilayah yang paling banyak diserang hama tikus pada musim tanam saat ini. ‘’Serangan hama tikus saat ini hampir merata di seluruh wilayah kecamatan. Namun yang paling besar di Kecamatan Pucuk,’’ katanya  saat mengikuti aksi gerebek tikus yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan bermitra dengan Kodim 0812 Lamongan dan masyarakat petani di Desa Paji, Kecamatan Pucuk itu.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan setempat, sedikitnya 840 hektare lahan pertanian di Kota Soto ini terserang hama tikus. ‘’Selama bulan November lalu sekitar 150 hektare yang terserang,’’ ujar Anton.

Dia menjelaskan, pemberantasan tikus gencar dilakukan agar benih tanaman terselamatkan. ‘’Upaya pemberantasan telah dilakukan merata di seluruh wilayah Lamongan, termasuk dengan PWI Lamongan saat ini (kemarin, Red),’’ ujarnya.

Menurut mantan Camat Solokuro tersebut, pengendalian tikus mudah dilakukan asal dilakukan secara serentak dan kebersamaan. Sehingga, tidak memberi kesempatan tikus berkembang. “Lamongan merupakan salah satu penghasil beras terbesar di Jawa Timur. Untuk menjaga itu, perlu pengendalian hama tikus yang merupakan salah satu faktor gagal panen,’’ tuturnya dalam kegiatan yang juga dihadiri Kasdim 0812 Lamongan Mayor Arh GN Putu Ardana, dan Camat Pucuk Dedi Dian Ali. (mal/yan)

(bj/mal/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia