Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Air PDAM Belum Layak Dikonsumsi 

11 Desember 2019, 16: 47: 55 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MASIH BELUM LAYAK DIKONSUMSI: Petugas menunjukkan air PDAM yang berbeda warna dua hari terakhir.

MASIH BELUM LAYAK DIKONSUMSI: Petugas menunjukkan air PDAM yang berbeda warna dua hari terakhir. (Anjar Dwi P/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Air PDAM Lamongan yang terindikasi tercemar tidak layak dikonsumsi. 

‘’Rekomendasi dari Perum Jasa Tirta (PJT), mohon tiga hari ini jangan dikonsumsi dulu. Kalau digunakan mandi tidak apa-apa. Tapi untuk masak dan minum, dari yang lain saja,’’ tutur Direktur Perumda Air Minum Lamongan Ali Mahfudi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (10/11).

Ali memastikan DAS Bengawan Solo di Lamongan yang hitam pekat tercemar limbah tekstil dan ciu atau fermentasi minuman. Berdasar informasi yang didapatkannya dari PJT, limbah tersebut berasal dari anak Sungai Samin, Jawa Tengah.  

‘’Dengan adanya kejadian tersebut, telah melakukan upaya berupa peningkatan pembubuhan kaporit. Sehingga kami yakin air itu masih layak digunakan mandi,’’ ujar Ali saat sidak komisi B DPRD Lamongan ke Bengawan Solo di Babat. 

Dia menjelaskan, pembubuhan kaporit yang semula 7 kilogram (kg), kini menjadi sekitar 25 kg per hari. Ali menyatakan, pihaknya memiliki standar komposisi aman terhadap penambahan kaporit. 

‘’Sudah ada aturannya yang disesuaikan dengan karakter air baku. Sehingga pembubuhan pasti selalu terukur,’’ jelasnya.  

Menurut dia, untuk menormalkan air baku kembali, membutuhkan sejumlah proses.  ‘’Harus melalui beberapa proses sehingga Jumat atau Sabtu nanti bisa digunakan kembali,’’ katanya. 

Ali menjelaskan, perubahan warna hitam di intake PDAM Babat mulai terjadi Senin (9/12) pukul 05.00. Berdasarkan pantauannya, air di DAS Bengawan Solo di Babat terlihat mulai berkurang. 

‘’Tadi pagi warna air sudah menunjukkan perubahan yang cukup drastis. Dari warna kehitam kepekatan, sudah kekuningan,’’ tutur Ali. 

Dia sudah mengajukan permohonan kepada PJT di Bendung Gerak Babat agar air dilepas secara bertahap. Menurut dia, air di satu pintu sudah dilepas dari delapan pintu air di Bendung Gerak Babat. 

‘’Harapan kami secara bertahap bisa dibuka. Sehingga air pekat hitam itu ke hilir,’’ tuturnya. 

Sekretaris Komisi B DPRD Lamongan Anshori, meminta ada kompensasi yang diberikan kepada masyarakat pengguna air PDAM. 

‘’Kemungkinan penurunan pembayaran rekening untuk bulan ini. Mungkin pengurangan tujuh hari,’’ ujar politisi Partai Gerindra tersebut. 

Dia sudah melakukan tinjauan ke DAS Bengawan Solo di Babat yang tercemar limbah. Sidak tersebut berdasarkan banyak keluhan dari masyarakat, yang memertanyakan keamanan pengunaan air PDAM. 

‘’Ya ke depan kita suruh memperbaiki kinerja PDAM. Jadi mengantisipasi kejadian semacam ini tak terulang kembali,’’ katanya.

(bj/ind/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia