Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Semangat juang mewujudkan keadilan energi

PERTAMINA MENGGERAKKAN INDONESIA

10 Desember 2019, 08: 05: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Penghargaan Patra Nirbhaya Adinugraha yang diraih Pertamina MOR V.

Penghargaan Patra Nirbhaya Adinugraha yang diraih Pertamina MOR V. (Ist/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

PENYEDIAAN dan pendistribusian energi yang andal di berbagai sektor laksana urat nadi yang menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, industri, serta jalannya pemerintahan. Karena itu, Pertamina mengemban tugas menjaga kedaulatan negara melalui distribusi energi di seluruh pelosok negeri.   Kiprah Pertamina telah teruji selama 62 tahun melayani kebutuhan energi nasional dan terus maju dengan berbagai tantangan distribusi yang dihadapi. 

Sebagai badan usaha milik negara (BUMN), Pertamina memiliki semangat kuat demi menyediakan energi hingga ke pelosok negeri. Penyediaan energi diupayakan menjangkau seluruh wilayah. Mulai dari ibu kota negara hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dari Sabang sampai Merauke. Dari Miangas hingga Pulau Rote. Upaya tersebut bukan hanya berorientasi pada keuntungan semata, melainkan untuk menghidupkan semangat energi merah putih di setiap jengkal tanah air.

GM Pertamina Marketing Operation Region (MOR V) Werry Prayogi Pertamina berkomitmen meningkatkan pengembangan kemampuan dan kapabilitas. Tujuannya untuk memenuhi aspek ketersediaan (availability), kemudahan akses (accessibility), keterjangkauan (affordability), pengembangan energi hijau dan BBM berkualitas tinggi (acceptability), serta keberlanjutan (sustainability).  

BBM Satu Harga 

Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah 3T gencar dilakukan, terutama pada tiga tahun terakhir. Sejalan dengan program Satu Harga BBM yang dicanangkan Presiden Jokowi, Pertamina sukses menuntaskan penugasan tersebut. Dari target 160 titik pada akhir 2019, terealisasi 161 titik per 1 Oktober 2019. Perinciannya, dibangun 54 titik pada 2017, 70 titik pada 2018, dan 37 titik pada 2019. 

Penerapan BBM Satu Harga di wilayah Pertamina MOR V tersebar mulai dari Nusa Tenggara (26 titik) dan Jawa Timur-Bali (4 titik). Dampaknya sangat luar biasa. BBM yang semula seharga puluhan hingga ratusan ribu per liter kini sudah tidak ada lagi. Premium Rp 6.450 dan Rp 5.150 untuk solar berlaku seluruh Indonesia dan mendorong aktivitas ekonomi di wilayah 3T. Juga menurunkan harga barang terutama produk lokal, serta biaya transportasi.

Tingkatkan Infrastruktur SPBU Tol   

Momen Natal dan Tahun Baru (Naru) seperti saat ini, serta Ramadan dan Idul Fitri (Rafi) beberapa waktu lalu, memacu Pertamina lebih sigap melayani kebutuhan energi. Baik BBM, avtur, maupun LPG. Seluruh pekerja dari berbagai level bersiaga demi melayani dan memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar. 

Demi menjaga keamanan pasokan, Pertamina menambah infrastruktur SPBU pada ruas tol baru, termasuk di jalur tol Trans Jawa. Antara lain ruas Solo–-Ngawi dan Mojokerto-–Surabaya. ‘’Semua layanan terus diperbarui dan ditingkatkan. Ini semua kami siapkan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat,” ujar Werry.

Masyarakat Minati BBM Berkualitas 

Tak hanya fokus memperluas jangkauan energi dan pengembangan infrastruktur, Pertamina mengembangkan produk berkualitas.   Produk BBM berkualitas tentu lebih ramah lingkungan dengan standar EURO4 setara BBM kelas dunia. Itu sejalan dengan program pemerintah mengurangi polusi. Pertamina menguasai market share 97 persen BBM retail di Indonesia. 

Total penjualan produk gasoline di Jatim saat ini mencapai 13 ribu KL per hari. Dengan penjualan tertinggi didominasi pertalite sebanyak 50 persen dari total penjualan produk gasoline.   ‘’Produk BBM beroktan tinggi semakin diminati pelanggan karena sangat mendukung performa mesin yang prima lebih awet dan tahan lama,'' ujar Werry.   

Hadir pula aplikasi My Pertamina dan Call Center 135. Melalui aplikasi My Pertamina, pelanggan bisa bertransaksi di SPBU secara nontunai dengan saldo Link Aja, melihat lokasi SPBU terdekat, mendapatkan point reward, serta informasi lainnya.  Sedangkan melalui call center 135, masyarakat bisa memesan BBM atau LPG dengan layanan pesan antar sampai ke lokasi. 

Pertamina Delivery Service (PDS) merupakan inovasi terbaru dari Pertamina dalam layanan pesan antar. Setelah sukses diuji coba, diperluas ke 62 SPBU seluruh Indonesia. Di Jatim, layanan PDS dapat ditemui pada 6 SPBU di Surabaya, 2 Sidoarjo, dan 2 di Malang. Dengan hanya menghubungi 135, BBM dan LPG langsung diantarkan petugas. Yang bisa diantar, yakni pertamax turbo dan pertamina dex, serta bright gas 5,5 kg untuk produk LPG.

Komitmen terhadap Keselamatan Kerja

Dalam praktiknya, layanan PDS juga tetap mengedepankan safety. Sesuai komitmen Pertamina selalu mengedepankan aspek HSSE (Health, Safety, Security, dan Environment). Petugas pengantar atau kurir dari PDS akan dilengkapi dengan peralatan safety dalam mengirimkan BBM dan LPG kepada konsumen. Aspek HSSE menjadi salah satu hal yang diperhatikan seluruh insan Pertamina dalam menjalankan operasionalnya.

Komitmen Pertamina MOR V dalam HSSE diapresiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) dengan diraihnya penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha I. Penghargaan tersebut berhasil diraih lantaran kerja keras dari seluruh pekerja lingkup MOR V Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, maupun Nusa Tenggara Timur. Sehingga dapat menciptakan 35.754.375 juta jam kerja aman dengan periode waktu dari 1 Februari 2016 hingga 30 April 2019.

Gerakan Industri Nasional 

Pertamina menjadi pemasok utama energi di berbagai bidang industri utama. Seperti infrastruktur, pertambangan, perkebunan, kelistrikan, pertanian, perikanan, angkutan seluruh moda transportasi, pengeboran minyak, pemerintahan, serta pertahanan dan keamanan negara.

Melalui 68 depot pengisian pesawat udara (DPPU), Pertamina melayani lebih dari 950.000 penerbangan per tahun dalam mendukung aktivitas dan mobilitas ratusan juta penduduk untuk berbagai kegiatan personal, bisnis, wisata serta kegiatan sosial, kebudayaan, dan keagamaan.      

Fokus penyediaan avtur adalah membuka aksesibilitas daerah-daerah terpencil. Serta menjadi bagian dalam pengembangan daerah yang sulit dijangkau. Di sektor pariwisata, Pertamina menjamin avtur untuk penerbangan ke Labuan Bajo, Banyuwangi, Malang, dan Lombok. Pertamina juga berkontribusi sebagai penggerak energi nasional melalui bisnis pelumas dengan menguasai market share sebesar 60 persen di Indonesia. 

Tanggung Jawab Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Pertamina MOR V tidak hanya menjalankan operasional bisnis saja. Sebagai wujud nyata komitmen perusahaan, Pertamina MOR V berhasil menyabet empat penghargaan Nusantara CSR Award 2019 dari La Tofi School of CSR. 

Dua penghargaan di antaranya, kategori Pemberdayaan Ekonomi Komunitas yang berhasil diraih Unit Operasi Terminal BBM Surabaya Group melalui program CSR Kampung Pejabat (Pusat Ekonomi Jambangan Hebat). Pemberdayaan UMKM di Kampung Jambangan mengusung strategi SI MAMA (Sinergi Makmur Bersama). Menitikberatkan peningkatan peluang usaha, peningkatan keterampilan, serta peningkatan kualitas - kuantitas produksi UKM. Kini, 6 UMKM beranggota 85 warga menjadi penggerak Kampung Pejabat.

Selanjutnya, menginisiasi pengembangan Program Kampung Pejabat Tahap II dengan mengusung konsep ecoriparian. Konsep berupa pengembangan kawasan ekowisata di pinggir sungai dengan edukasi lingkungan. Selain Kecamatan Jambangan, program berkonsep ecoparian menyasar tiga wilayah lain, yakni Kelurahan Kebonsari, Karah, dan Pagesangan. Empat kelurahan tersebut semuanya berada di pinggiran Kali Brantas, Surabaya. 

Bantaran sungai yang dulunya tempat pembuangan sampah kini menjadi sebuah area taman di pinggir sungai yang rapi dan bersih. Program tersebut  menanamkan awareness ke masyarakat. Menjadikan bantaran sungai yang tadinya merupakan halaman belakang rumah warga sebagai halaman depan bagi warga yang tinggal di area sempadan sungai. 

Sejak 2017, di Kampung Hijau HSSE Jagir, Pertamina memberikan peningkatan kapasitas dan pendampingan terhadap masyarakat melalui dua kegiatan besar yang saling bersinergi. Yaitu, pengembangan Kampung Wasiat (Warga Siap Tanggap Daurat) dan Lansia Selamat. Memiliki kegiatan utama berupa peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan kebakaran lingkungan dan kesadaran menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal.

Ruang lingkup program Lansia Sehat terdiri dari tiga kegiatan. Yakni, Kegiatan Sehat (sosialisasi edukasi kesehatan oleh dokter dan pelaksanaan medical check-up secara rutin), Kegiatan Langgeng (mempertahankan gerak motorik, keseimbangan otak kanan dan kiri, serta melancarkan darah dan pernapasan), dan Kegiatan Manfaat (pembentukan kelompok kerja produktif seperti lingkungan sehat, penanaman hidroponik, budidaya jamur, budidaya sayuran organik, budidaya lele, dan pembuatan kerajinan daur ulang).

‘’Melalui program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pertamina MOR V telah menyalurkan dana sebesar Rp 163 miliar pada 2016 - 2019 kepada UMKM di Jawa Timur,''  jelas Werry.

Selain pinjaman modal, Pertamina juga melakukan pengembangan dan pembinaan pada UMKM. Di antaranya melalui pelatihan pemasaran untuk meningkatkan kualitas produk UMKM agar dapat bersaing di pasaran. Pertamina juga mengikutsertakan mitra binaan unggulan pada pameran tingkat regional, nasional, maupun internasional.(yud/ds)

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia