Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Air PDAM Terindikasi Tercemar 

10 Desember 2019, 07: 05: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BERUBAH WARNA: Seorang warga menunjukkan air Bengawan Solo yang diduga tercemar karena airnya kini berwarna kehijauan dan kehitaman. 

BERUBAH WARNA: Seorang warga menunjukkan air Bengawan Solo yang diduga tercemar karena airnya kini berwarna kehijauan dan kehitaman.  (Anjar Dwi P/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Sebagian pelanggan PDAM Lamongan kembali resah. Sebab, air yang mengalir ke rumah mereka tak lagi jernih. Airnya berubah warna kecokelatan.

‘’Baru tadi terlihat air yang keluar berwarna cokelat, tapi tidak berbau,’’ tutur Agus, salah satu warga di Perumahan Kusuma Bangsa Residence, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (9/12).

Dia menjelaskan, air tersebut hanya untuk mandi. Agus tidak mengonsumsi air PDAM untuk memasak karena khawatir tak aman bagi kesehatan. 

HANYA UNTUK KOTORAN TERAPUNG: Alat yang dipasang Perumda Air Minum Lamongan agar proses pengambilan bahan baku tidak terganggu sampah. 

HANYA UNTUK KOTORAN TERAPUNG: Alat yang dipasang Perumda Air Minum Lamongan agar proses pengambilan bahan baku tidak terganggu sampah.  (Anjar Dwi P/Jawa Pos Radar Lamongan)

‘’Berharap instansi terkait segera memperbaiki, sehingga air kembali bersih dan tidak berwarna,’’ harapnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Perumda Air Minum Lamongan Ali Mahfudi, mengaku telah mendapatkan informasi terkait adanya indikasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Lamongan telah tercemar limbah. 

‘’Kami baru dapat informasi. Ternyata air baku Bengawan Solo yang ada di Babat, khususnya di intake sudah menunjukkan gambaran fisik berupa kecokelat-cokelatan,’’ kata Ali. 

Menurut dia, perubahan warna tersebut yang memengaruhi distribusi PDAM ke pelanggan. Ali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi air yang berubah warna tersebut secara langsung. 

‘’Jangan langsung dari keran. Kalau bisa dimasukkan ke tandon dulu, biar ada proses. Setelah itu baru bisa dikonsumsi,’’ ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. 

Dia mengklaim sudah melakukan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta I, yang berwenang atas air baku di Bengawan Solo. Berdasarkan informasi dari PJT 1, lanjut dia, air baku yang kecokelat-cokelatan atau kehitam-hitaman itu, terdapat indikasi mengalami pencemaran.  

‘’Itu juga terjadi di tetangga sebelah. Pencemaran ini mungkin akibat limbah batik atau limbah home industry yang ada di daerah hulu. Pagi ini (kemarin) kelihatannya sudah masuk ke wilayah intake PDAM Lamongan,’’ tukasnya. 

Seperti diberitakan, dugaan pencemaran limbah juga dikeluhkan warga Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng. Jumat lalu (6/12), air di Bengawan Solo di desa tersebut berbusa, berwarna kehitaman, dan berbau. 

Ali berjanji bakal melakukan upaya pemrosesan lebih agar air kembali bersih. Di antaranya dengan mereduksi air baku Bengawan Solo menggunakan sedimen tanah lumpuh yang telah dimikser. 

‘’Sedangkan untuk warna akan membubuhi bahan kimia. Tujuannya untuk menetralisir dari warna,’’ katanya. 

Kapan Perumda Air Minum Lamongan bisa memastikan air ke rumah warga tak lagi berwarna kecokelatan? Ali tak bisa memastikan. 

‘’Waktunya tergantung dari kondisi air baku di hulu,’’ jawabnya. 

Menurut dia, salah satu yang bisa mengurangi pencemaran di Bengawan Solo itu hujan. Sebab, limbah yang ada akan tereduksi dengan aliran air. 

‘’Mudah-mudahan segera ada air hujan yang masuk ke hulu. Otomatis warna ini akan tereduksi dengan air hujan,’’ kata Ali.

(bj/ind/yan/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia