Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

PDAM Klaim Air Sudah Bersih, Warga Palembon Keluhkan Keruh

09 Desember 2019, 14: 24: 37 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DIDUGA TERCEMAR?: Air Bengawan Solo di kawasan Taman Bengawan Solo (TBS) ini terlihat menghitam.

DIDUGA TERCEMAR?: Air Bengawan Solo di kawasan Taman Bengawan Solo (TBS) ini terlihat menghitam. (Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Air Bengawan Solo hingga kemarin (8/12) masih menghitam. Perusahaan daerah air minum (PDAM) Bojonegoro mengklaim air yang didistribusikan ke lima kecamatan sudah aman dan jernih. Namun, ternyata warga Desa Palembon, Kecamatan Kanor, masih mengeluhkan air PDAM keruh.

“Air PDAM masih keruh. Bahkan banyak warga yang ekomomi mampu menggunakan air galon untuk cuci dan mandi,” kata Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Hidayatus Sirot, kemarin (8/12). Sirot, sapaannya, merupakan warga Desa Palembon. 

Tatus, sapaan akrabnya, mengungkapkan, bahwa keruhnya air PDAM itu sudah lebih dari sepekan. Ia dan tetangga setempat yang berlangganan PDAM sangat menyesalkan pelayanan kurang memuaskan tersebut. Dia berharap PDAM harus lebih tanggap lagi menanggulangi kualitas air yang dialirkan ke pelanggan. 

“Apalagi air PDAM di wilayah Kecamatan Kanor itu bersumber dari Bengawan Solo yang kondisinya saat ini terlihat sangat tidak layak pakai,” ungkap politikus Partai Garuda itu.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Bojonegoro Joko Siswanto mengungkapkan, sebanyak empat instalasi pengolahan air (IPA) Bengawan Solo di Trucuk, Padangan, Purwosari, dan Kanor, sudah dilakukan pengurasan (wash out). Pihaknya terus berupaya mengoptimalkan menambah media seperti lumpur, tawas, dan PAC (poly aluminium chloride) untuk menjernihkan air Bengawan Solo. 

“Air dari barat ke arah timur bertahap sudah mulai jernih. Semoga segera lekas pulih kembali kondisi air dari bengawan tersebut,” jelasnya.

Dia menyarankan, para pelanggannya membiasakan diri untuk menandon air. Sehingga, apabila kondisi air bengawan makin memburuk, masyarakat memiliki cadangan air. Ketika ada perbaikan pipa PDAM yang mengharuskan untuk mematikan distribusi air, masyarakat sudah bisa mengantisipasinya.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia