Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Muatan Lebih 5 Persen Langsung Tilang

09 Desember 2019, 14: 19: 38 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DIPERKETAT: Petugas Jembatan Timbang Baureno, ketika mengecek truk melintas. 

DIPERKETAT: Petugas Jembatan Timbang Baureno, ketika mengecek truk melintas.  (Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pengemudi kendaraan muat harus berpikir ulang jika ingin mengisi muatan berlebih. Sebab, Jembatan Timbang Baureno kini memperlakukan lebih ketat. Kendaraan yang muatannya melebihi ketentuan akan langsung ditilang.

’’Semua kendaraan muat harus melintas di sini. Yang kelebihan muatan langsung kita tilang,’’ ujar Penjabat (Pj) Kepala Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor Baureno Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Jawa Timur Subandi kemarin (8/12).

Dia menjelaskan, ada kriteria tertentu yang menyebabkan kendaraan kelebihan muatan harus ditilang. Kendaraan muat atau barang yang langsung ditilang adalah muatannya lebih 5 persen dari ketentuan. Jika masih di bawah 5 persen diberikan toleransi. ’’Hanya diberikan peringatan saja,’’ jelasnya.

Kendaraan muat, kata Bandi, sapaan akrabnya, akan melalui berbagai pemeriksaan ketika melintas di jembatan timbang itu. Selain memeriksa muatan, petugas juga akan memeriksa kelengkapan surat-suratnya. ’’Jika suratnya tidak lengkap juga akan kami tindak,’’ tegasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Jembatan Timbang Baureno mulai aktif lagi sejak Juli lalu. Itu seiring dengan instruksi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengaktifkan semua jembatan timbang di Jawa Timur (Jatim). ’’Semua jembatan timbang di Jatim saat ini sudah aktif,’’ jelas pria asli Kecamatan Tikung, Lamongan itu.

Jembatan timbang itu mulai tidak aktif sejak 2017 lalu. Yakni, ketika pengelolaannya dialihkan ke Kemenhub. Sebelumnya, jembatan timbang itu dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur. 

Menurut Bandi, pengalihan pengelolaan itu tidak mudah. Sebab, ada berbagai hal masih belum siap. Salah satunya, peralatan dan personelnya. Apalagi, tidak semua petugas Dishub Jatim mau mengikuti Kemenhub. ’’Jadi, kami baru bisa beroperasi Juli lalu,’’ jelasnya.

Kepala Dishub Bojonegoro Adie Witjaksono berharap jembatan timbang itu terus beroperasi. Sebab, fungsi jembatan timbang itu sangat penting. Yakni, untuk mencegah truk kelebihan muatan melintas di jalan-jalan Bojonegoro. ’’Selama jembatan tutup, truk dengan muatan berapapun bebas melintas,’’ jelasnya.

(bj/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia