Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Waspada Angin Kencang Masih Mengintai

Darurat Bencana

Giliran Menerjang Desa Kesongo, Kedungadem 

09 Desember 2019, 14: 16: 24 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BADAI: Rumah di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, roboh akibat diterjang angin kencang kemarin.

BADAI: Rumah di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, roboh akibat diterjang angin kencang kemarin.

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tanggap bencana harus dilakukan semua masyarakat Bojonegoro. Pemkab Bojonegoro masih memastikan darurat kebencanaan hingga akhir Desember mendatang. Hal itu menyusul dalam dua hari ini, hujan disertai angin kencang menerjang Kota Ledre. 

Sabtu sore (7/12) angin kencang menerjang kawasan perkotaan. Rumah di Kelurahan Ledok Kulon, Ledok Wetan, dan Desa Kauman, banyak yang rusak. Empat tiang listrik putus. Angin juga menerjang di kawasan Trucuk, Ngasem, dan Kalitidu. Sementara, kemarin sore (8/12), hujan disertai angin kencang juga menerjang di Kecamatan Kedungadem. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah meminta semua aparatur pemerintah tanggap kebencanaan. Sekda memastikan, bahwa sejak 11 November 2019, Bupati Anna Mu’awanah telah mengeluarkan surat keputusan darurat kebencanaan. 

Sehingga, diharapkan seluruh stakeholder, menurut sekda, lebih tanggap koordinasi terkait pendataan, penanganan, serta verifikasi data. Langkah cepat ini agar para korban yang terdampak angin kencang lekas mendapat santunan. “Intinya harus cepat dan tanggap bencana,’’ tegasnya.

Nurul meminta semua aparatur mulai tingkat desa hingga kecamatan, lekas merekapitulasi data yang terdampak bencana. Dan segera dilaporkan dan selanjutnya dilakukan verifikasi. Langkah ini agar pemkab segera bisa bertindak.

Sementara itu, sejak awal November 2019, curah hujan disertai angin kencang masih terus mengintai. Data dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro sejak 11 November 2019 hingga 8 Desember 2019 diketahui bahwa ribuan rumah di berbagai kecamatan rusak. Dan ratusan pohon tumbang. Disusul juga beberapa tiang listrik roboh. 

Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Umar Ghoni, belum bisa memprediksi berakhirnya angin kencang. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hanya bisa memprediksi curah hujan saja. 

Namun, berdasar perkiraan BMKG, puncak musim hujan pada Februari mendatang. Dan selama Desember ini masih kerap hujan disertai angin kencang. Sehingga, pihaknya hanya mampu mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada selama peralihan musim ini.

“Adanya angin kencang ini juga bisa dipengaruhi oleh musim kemarau yang cukup panjang,” ujar dia. 

Terkait kejadian bencana angin kencang selama dua hari lalu, pada Sabtu lalu (7/12) dan kemarin (8/12) mengakibatkan puluhan rumah rusak dan pohon tumbang. Angin kencang itu mengakibatkan 5 rumah rusak dan 26 pohon tumbang di Kecamatan Bojonegoro, 1 rumah rusak ringan di Kecamatan Ngasem, beberapa rumah rusak di Kecamatan Trucuk, dan 10 rumah rusak di Kecamatan Kalitidu. 

“Ada satu korban luka-luka. Mbah Loso, warga Desa Grebekan, Kecamatan Kalitidu. Sedangkan, kerugian material masih dalam proses pendataan,” ujarnya. 

Sementara itu, Camat Kedungadem Arwan mengatakan, dampak angin kencang menerjang wilayah Desa Kesongo. Dan mengakibatkan satu rumah milik Rais, 46, roboh sekitar pukul 16.00 kemarin. Rumah berukuran 7x15 meter tersebut menimpa motor Scoopy dan mobil Elf milik korban. 

Ditaksir kerugian materialnya sebesar Rp 300 juta. ’’Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka saat rumah tersebut roboh,’’ katanya. (bgs/rij)

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia