Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Kualitas Air Bengawan Solo Belum Membaik

08 Desember 2019, 15: 01: 15 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BELUM JERNIH : Bengawan Solo di Bojonegoro masih berwarna kehitaman. Kualitas airnya diatas baku mutu.

BELUM JERNIH : Bengawan Solo di Bojonegoro masih berwarna kehitaman. Kualitas airnya diatas baku mutu. (Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kualitas air Bengawan Solo di Bojonegoro masih belum membaik. Air di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu masih belum jernih. Kondisi itu membuat masyarakat khawatir terhadap keamanan penggunaanya. 

‘’Kami masih belum bisa memastikan keamanannya. Kami akan berkonsultasi dengan dinkes dulu,’’ ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi ketika dikonfirmasi kemarin (7/12).

Hanafi menjelaskan, kualitas air Bengawan Solo memang kurang bagus akhir-akhir ini. Itu berdasarkan hasil uji laboratorium sampel airnya. Hasil sampel itu menyatakan bahwa kandungan air bengawan di atas baku mutu. 

‘’Kandungan BOD-nya (chemical oxygen demand) di atas baku mutu. Normalnya 3, tapi hasil labnya di atas 3,’’ ujar pejabat asli Sumberrejo itu.

Air Bengawan Solo mengalami perubahan warna sejak dua bulan terakhir. Airnya berwarna kehitaman. DLH menduga air itu tercemar limbah tekstil dari wilayah hulu. ‘’Dugaan kami itu. Tapi kami juga belum bisa memastikan apa penyebab sebenarnya,’’ kata dia.

Mantan kepala dinas pendidikan itu meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi secara langsung air Bengawan Solo. Namun, untuk keperluan seperti pertanian masih dibolehkan. ‘’Kalau untuk konsumsi jangan dulu. Tunggu hasil koordinasi dengan dinas kesehatan dulu,’’ jelasnya.

Sementara itu, menurunnya kualitas air Bengawan Solo juga berdampak pada pelayanan PDAM. Sebab, di sejumlah wilayah, PDAM mengambil air baku dari Bengawan Solo. Khusus, wilayah yang berdekatan dengan Bengawan Solo. 

Plt Direktur Utama PDAM Bojonegoro Joko Siswanto menjelaskan, turunnya kualitas air bengawan memang membuat pihaknya bekerja ekstra. Pihaknya harus menjernihkan air sebelum didistribusikan ke pelanggan. Sebab, air tersebut belum layak dikonsumsi. ‘’Kita berupaya agar air tetap jernih sampai di pelanggan,’’ jelasnya.

Menurut Joko, penjernihan air bengawan itu membuat PDAM harus mengeluarkan ongkos lebih. Sebab, penjernihannya tidak hanya dilakukan sekali. Namun, berkali-kali. Itu disebabkan tingkat kekeruhan airnya juga parah. ‘’Kita harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk melakukan penjernihan,’’ ujarnya.

Joko mengakui, beberapa hari terakhir banyak pelanggannya yang mengeluhkan kondisi air yang keruh. Namun, hal itu sudah berhasil diatasi. ‘’Mulai hari ini (kemarin, Red), kondisi airnya sudah jernih,’’ kata dia.

(bj/zim/wid/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia