Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Astri Melahirkan di Tepi Jalan Kawasan Hutan

Balut Bayi Pakai Handuk, lalu Minta Tolong

07 Desember 2019, 07: 41: 38 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Balut Bayi Pakai Handuk, lalu Minta Tolong

(Ainur ochiem/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tangis bayi seketika merengek ketika baru saja keluar dari rahim Astri Sulistyoningsih. Sekitar pukul 07.30 itu, Yuliono, suami Astri Sulistyoningsih, dan mertuanya, terlihat bingung bercampur senang setelah melihat sang bayi bergerak dan menangis.

Bayi lelaki itu menangis sekitar 5 menit. Astri, sapaannya, melewati masa “dramatis”. Perempuan 32 tahun itu melahirkan bayinya di pinggir jalan wilayah Hutan Nglamur dekat pemakaman Dusun Betek, Desa/Kecamatan Gondang, kemarin pagi (6/12).

Ipda Bambang Junet Handoko yang ada di lokasi seketika membantu persalinan tersebut. “Saat itu saya melihat posisi kepala bayi sudah keluar dari rahim. Spontan rasa kemanusiaan muncul untuk bergegas memberikan pertolongan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. 

MEMBAIK: Astri duduk di ruang perawatan Puskesmas Gondang ditemui Kapolres AKBP Budi H dan kapolsek.

MEMBAIK: Astri duduk di ruang perawatan Puskesmas Gondang ditemui Kapolres AKBP Budi H dan kapolsek. (Bhagas Dani P/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

’’Saya balut bayinya menggunakan handuk. Lalu teriak minta tolong agar pihak puskesmas segera memberikan pertolongan,” lanjut perwira polisi menjabat Kanit Bimas Polsek Gondang tersebut.

Astri saat itu bersama suaminya, naik motor menuju Puskesmas Gondang. Tiba-tiba, kandungannya kontraksi, ketika perjalanan sekitar 2 kilometer (km) menuju puskesmas. Astri tak kuat menahan kontraksi. Seketika, meminta suami dan orang tuanya berhenti di pinggir jalan. 

Betapa terkejutnya, ternyata, kepala si bayi sudah mulai keluar. Sehingga, terpaksa Astri melahirkan di pinggir jalan tersebut. Proses melahirkan itu begitu dramatis. Dengan alat seadanya dan ditutupi kain. Nah, saat proses melahirkan tersebut, diketahui Ipda Bambang Junet Handoko yang tak sengaja melintas. 

Perwira menjabat Kanit Binmas Polsek Gondang itu, spontan ikut menolong proses persalinan. Polisi berusia 50 tahun itu menerangkan, bahwa awal tahu ada orang hendak melahirkan ketika ia perjalanan menuju ke Mapolsek Gondang. 

Sekitar 10 menit usai melahirkan, bidan desa, dan ambulans datang. Bidan desa berusaha memotong ari-ari bayi dan segera membawa ke puskesmas.

Sementara itu, Astri tampak gugup ketika ditemui di Puskesmas Gondang kemarin sore. Duduk di kasur ruang bersalin, perempuan tinggal di Dusun Puguhrejo, Desa Gondang, hanya bicara sepatah dua kata saja. 

Perempuan lugu itu sudah tampak sehat. Dia tak bisa bercerita banyak ketika berjuang melahirkan bayinya. “Alhamdulillah kondisi saya sehat-sehat saja,” ujar Astri dengan singkat. Perempuan lugu itu merasa malu banyak awak media dan rombongan kepolisian. 

Asti hamil dengan usia kandungan 8 bulan. Namun, karena kontraksi hebat sekitar pukul 07.30 kemarin, ia terpaksa melahirkan bayinya secara prematur di pinggir jalan wilayah Hutan Nglamur. Padahal, sesuai hari perkiraan lahir (HPL) Astri akan melahirkan pada 26 Januari 2020.

Kapolsek Gondang Iptu Berthon Silalahi ketika kejadian sedang melaksanakan video conference di Mapolsek Temayang. Ia pun merasa perlu untuk mengapresiasi anggotanya tersebut. 

Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan sekitar pukul 16.00 kemarin juga menjenguk Astri di Puskesmas Gondang. Ia merasa terhormat melihat kesigapan Ipda Bambang Junet Handoko. 

“Sudah sepatutnya semua anggota polisi itu senantiasa dengan cepat dan tanggap melayani masyarakat saat membutuhkan pertolongan,” ujar Kapolres.

Yuliono Belum Pikirkan Nama Bayi

ASTRI untuk sementara belum bisa satu kamar dengan bayi lelakinya. Perempuan berusia 32 tahun itu harus mendapat perawatan di Puskesmas Gondang. Sementara, atas saran dari bidan, bayi lelakinya dirujuk ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo.

Bayi tersebut lelaki. Berat badannya 1,6 kilogram. Lahir secara prematur. Hingga tadi malam, bayi tersebut dijaga oleh Yuliono, ayahnya atau suami Astri. Saat ditemui di RSUD tadi malam, Yuliono menerangkan, bahwa kondisi bayinya sudah makin membaik. Namun belum tahu berapa lama berada di inkubator. 

Yuliono setia menjaga putranya. Ketika disinggung nama bayinya? Yuliono tersenyum. Dan, mengaku belum terpikirkan untuk urusan nama. Ia ingin memastikan kondisi anaknya hingga sehat terlebih dahulu. 

’’Saat anak saya lahir itu ya nangis dan banyak gerak sehat begitu. Tapi kami ya ikut saran bidan puskesmas saja untuk dibawa ke RSUD karena memang lahirnya prematur,’’ ujar lelaki berusia 31 tahun itu. 

Endah Kariani, bidan Puskesmas Gondang menerangkan, bahwa Astri melahirkan secara prematur. Usia kehamilannya masih 8 bulan. Seharusnya hari perkiraan lahir (HPL) pada 26 Januari mendatang. 

Adapun bayi yang baru dilahirkan tersebut merupakan anak keduanya. Ia mengatakan, kondisi Astri sudah membaik dan sehat. Diperkirakan hari ini (7/12) sudah bisa pulang. “Sementara, bayinya juga sehat beratnya 1,6 kilogram jenis kelaminnya laki-laki. Namun, tadi siang (6/12) dirujuk ke RSUD Bojonegoro untuk mendapat perawatan lebih intensif karena prematur. Bayinya di inkubator,” jelasnya.

Sejauh ini penanganan ibu hamil hingga persalinan diawasi seoptimal mungkin. Meski hanya satu puskesmas di Kecamatan Gondang, namun tiap desa memiliki kader kesehatan. 

Pihaknya selalu mendata ibu hamil by name by address, sehingga apabila diketahui ada ibu hamil risiko tinggi (risti) pasti memperoleh pengawasan khusus. Saat ini, akses dari desa ke puskesmas juga sudah baik.

“Kalau sekarang akses jalan sudah tidak menjadi masalah, tapi kami seoptimal mungkin mengawasi para ibu hamil, Kecamatan Gondang, bahkan perlu diketahui Puskesmas Gondang selama 20 tahun zero angka kematian ibu (AKI),” tuturnya.

Kepala Desa Gondang Agus Riyanto mengungkapkan, kejadian persalinan di pinggir jalan wilayah hutan itu baru kali pertama. Ia bersama istrinya bergegas menjenguk ke Puskesmas Gondang usai mendengar informasi persalinan tersebut. Saat menjenguk, Agus juga mengatakan, kondisi sang ibu sudah sehat. 

“Hanya bayinya dibawa ke RSUD karena peralatan puskesmas belum memadai, bayinya sekarang juga dijaga oleh bapaknya,” katanya. Hadir juga membesuk Camat Gondang Triguno S. Prio.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia