Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Juga Bikin Tandon Air

Rp 891 Juta, Beli Dua Penyempot Air Otomatis

06 Desember 2019, 13: 31: 22 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BIAYA BESAR: Perawatan rumput Stadion Letjend Soedirman butuh anggaran mahal. Kemarin uji coba dua alat penyemprot otomatis.

BIAYA BESAR: Perawatan rumput Stadion Letjend Soedirman butuh anggaran mahal. Kemarin uji coba dua alat penyemprot otomatis. (Muhdany Y laksono/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Splas, splas, splas… begitulah suara keras percikan air yang keluar dari alat penyiram rumput otomatis di Stadion Letjen H. Soedirman (SLS). Kemarin sore (5/12) dua alat penyiram otomatis itu diuji coba menyirami rumput stadion.

Namun, untuk memiliki alat secanggih itu perlu merogoh anggaran cukup besar. Alat bongkar pasang itu bisa menyemprotkan air secara otomatis. Berbeda dengan sebelumnya perawatan rumput secara manual. Selain dua penyiram otomatis, sekaligus pembuatan tandon air. 

Berdasar data Layanan Pengadaan Secara Elektornik (LPSE) Bojonegoro, alat tersebut masuk dalam peningkatan sarana prasarana (sarpras) instalasi penyiraman rumput stadion. Pagu anggarannya sebesar Rp 922,4 juta. Namun, hasil negosisasi anggarannya menjadi Rp 891 juta. Pemenangnya PT Aima Karya Berlian asal Surabaya.

Anggaran itu digunakan untuk pembuatan tandon air di utara tribun VIP dan dua alat penyiram rumput otomatis. Sebelumnya, SLS belum memiliki fasilitas tersebut. Sehingga, pemeliharaannya secara manual. ’’Jadi kurang efisien dengan lapangan seluas ini. Diperlukan peningkatan pemeliharaan dan peningkatan kualitas,” kata Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Bojonegoro Beni Kurniawan.

Pengadaan alat penyiram rumput otomatis bentuk alih teknologi. Sebelumnya, SLS hanya menggunakan selang air biasa dengan bantuan tenaga manusia. Namun, saat ini tinggal memasang alat dari pinggir lapangan.

’’Lapangan ini sudah dikelilingi pipa saluran bersumber dari tandon air,” ujar Beni, sapaannya.

Alat tersebut dapat menyemprotkan air sejauh 40 meter dengan kecepatan air 10 bar. Bahkan, bisa lebih jauh. Namun, tergantung kekuatan atau kapasitas pipa. Jika tidak seimbang, alat akan terlepas dari pipa. Sehingga, harus presisi. ’’Dengan ini penyiraman bisa merata dan maksimal. Sebab bersifat menyebar. Bukan searah,” ujarnya.

Menurut Beni, idealnya membutuhkan enam unit alat penyiram rumput. Dipasang di setiap sisi lapangan. Namun, karena harganya mahal, tahun ini baru dua unit. Sisanya dianggarkan tahun depan. ’’Harganya cukup mahal. Sementara dua unit dulu,” tutur dia.

Sementara itu, Erna Zulaikah selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dinas perumahan, kawasan permukiman, dan cipta karya menambahkan, alat penyiram memang dibutuhkan. Sebab, kontur tanah di Kota Ledre cukup memprihatinkan saat kemarau. ’’Tanahnya keras dan kualitas rumput menurun. Sehingga, butuh penyiraman yang luar biasa,” kata Erna, sapaannya.

Terlebih, SLS kerap disewa untuk berbagai jenis event. Baik itu tingkat lokal hingga luar daerah. Dia mengklaim banyak pengajuan sewa. Terutama saat Sabtu dan Minggu. Tak jarang pihaknya kewalahan menata dan berkoordinasi terkait jadwal. ’’Dengan intensitas seperti itu, kualitas harus mumpuni dan tidak mengecewakan,” bebernya.

(bj/rij/dny/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia